Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 25 September 2026
Stop Gaduh, Inisiator Reklamasi Teluk Benoa Harus Diungkap Tuntas
Made Mudarta
Rabu, 22 Juni 2016,
06:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Pernyataan Gubernur Bali, Made Mangku Pastika yang mengungkap siapa sebenarnya inisiator dibalik rencana Reklamasi Teluk Benoa, semestinya saat ini bisa meredam dan menghentikan pro dan kontra proyek tersebut. Apalagi Gubernur Pastika nampaknya sudah gerah dan ingin menghentikan pro dan kontra tersebut, karena hanya membuang-buang energi yang seharusnya bisa digunakan untuk memikirkan kepentingan Bali di masa depan.
Hal itu disampaikan tokoh politik dari Partai Demokrat, Made Mudarta yang juga akhirnya ikut menanggapi persoalan reklamasi Teluk Benoa. Menurutnya sudah menjadi rahasia umum selama ini Gubernur hanya dijadikan 'kambing hitam' untuk kepentingan oknum partai penguasa saat itu.
"Saya rasa karena beliau (Gubernur Pastika) sudah capek menjadi kambing hitam dan terlalu lama bersabar, sehingga baru mengungkap yang sebenarnya bermain. Apalagi gubernur memiliki tanggungjawab moral menjelaskan kepada publik tentang fakta sebenarnya," ucap Mudarta saat dihubungi awak media di Denpasar, Minggu (19/6/2016).
Meskipun tidak diungkap siapa oknumnya dibalik pro dan kontra reklamasi ini, namun sudah disebutkan dari partai penguasa yakni PDI Perjuangan yang menjadi inisiator dibalik rencana reklamasi Teluk Benoa itu. Oleh karena itu, Mudarta meminta pro kontra ini harus diakhiri agar masyarakat Bali bisa fokus membangun Bali kedepan dan tidak terpancing lagi dengan isu-isu reklamasi.
"Pro kontra harus diakhiri agar bisa fokus membangun Bali kedepan. Jadinya harus segera diambil keputusan final melanjutkan atau tidak. Siapa yang mengambil keputusan itu? Tentu dari yang memiliki kekuasaan politik dan memiliki power saat ini. Harus segera diputuskan, itu yang paling bagus daripada buang-buang energi," tegas Ketua DPD Partai Demokrat Bali itu, seperti dilansir bali berkarya.
Mudarta kembali menegaskan, jika langkah keputusan itu tidak diambil diharapkan investor yang merasa dipermainkan oleh orang-orang seperti itu harus berani mengungkap siapa sebenarnya inisiator yang bermain.
"Jangan seperti sekarang malah maling teriak maling. Maksudnya sudah menerima duit untuk mendukung tapi malah mengkampanyekan menolak. Itu harus diungkap kan merugikan investor. Barangkali targetnya agar dapat uang lebih banyak jika ada yang menolak," tegasnya kesal.
Padahal menurut politisi muda itu, inisiator untuk memuluskan reklamasi terus malah bergerak menolak reklamasi bukan merupakan budaya orang lokal Bali. Hal itu sangat bertentangan dengan budaya Bali yang mengedepankan kejujuran dan percaya akan hukum karma.
"Itu tidak seperti budaya orang Bali yang percaya hukum karma yang tidak boleh menipu atau 'nguluk-nguluk'. Karena karmanya pasti akan dinikmati oleh orang itu. Siapa yang berbuat dia sendiri yang akan menunai hasilnya. Mari kembali ke ajaran leluhur agar menyama braya dan semangat gotong royong ditingkatkan," tandasnya.[bbn/dws/psk].
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8358 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5778 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3618 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2448 Kali
05
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026