Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




TNBB Petakan 3.000 Hektare Rawan Karhutla

Kamis, 24 September 2026, 17:24 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/TNBB Petakan 3.000 Hektare Rawan Karhutla.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Balai Taman Nasional Bali Barat (TNBB) meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring berlangsungnya musim kemarau ekstrem.

Pengelola kawasan TNBB memetakan sekitar 2.000 hingga 3.000 hektare lahan di dalam kawasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran.

Plt. Kepala Balai TNBB, Adang Bayu Pamungkas, mengatakan kondisi vegetasi di sejumlah ekosistem TNBB, seperti kawasan savana, pesisir, dan pegunungan, saat ini mengering sehingga rentan tersulut api.

Zona rawan tersebut umumnya berada di area yang berbatasan langsung dengan permukiman warga, wilayah kelola Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), serta lahan pertanian masyarakat.

"Berdasarkan pemetaan kami di lapangan, ada sekitar 2.000 sampai 3.000 hektare yang berisiko terhadap karhutla, terutama daerah-daerah perbatasan dengan pemukiman dan lahan pertanian warga," ungkap Adang, Kamis (24/09/2026)

Untuk mencegah kebakaran meluas, Balai TNBB menyiagakan puluhan petugas gabungan sebagai garda terdepan deteksi dini. Personel yang disiapkan terdiri dari 30 anggota Manggala Agni dan 25 personel Polisi Kehutanan (Polhut).

Selain kesiapan personel, sejumlah sarana dan prasarana pemadam juga dipastikan dalam kondisi siap digunakan. Peralatan tersebut antara lain kendaraan tangki slip-on, jet shooter, dan pompa air.

Adang menambahkan, patroli rutin harian terus digencarkan menggunakan sistem SMART Patrol untuk menyisir titik-titik yang dinilai rawan kebakaran.

Pengamanan juga dilakukan melalui edukasi kepada masyarakat di sekitar kawasan konservasi, kelompok tani hutan, hingga nelayan pesisir. Menurutnya, pencegahan menjadi bagian penting karena aktivitas manusia kerap menjadi pemicu terjadinya karhutla.

"Langkah paling efektif adalah menyadarkan masyarakat. Sesuai arahan Kementerian Kehutanan, kami mengimbau warga untuk tidak membersihkan atau membuka lahan pertanian dengan cara dibakar, serta tidak membuat perapian sembarangan agar api tidak merembet masuk ke kawasan konservasi," pungkasnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/jbr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami