Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 3 Agustus 2026
Sumbawa Diguncang Gempa Jenis Dangkal, Ini Penyebabnya
BERITABALI.COM, NTB.
Wilayah Sumbawa diguncang gempa bumi tektonik, Kamis (16/9) pukul 16.55.58 WITA.
Menurut analisa BMKG, gempa bumi ini berkekuatan Magnitudo 4,3. Dengan episenter terletak pada koordinat 8,34° LS; 117,22° BT. Atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 24 kilometer timur Pernang, Kecamatan Buyer, Kabupaten Sumbawa, pada kedalaman 10 kilometer.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal, akibat aktivitas sesar naik busur belakang Flores (Flores Back Arc Thrust). Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa, gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (Thrust fault)," kata Ardianto Septiadhi, Kepala Stasiun Geofisika Mataram, dalam siaran pers, Kamis (16/9).
Dampak gempa berdasarkan laporan masyarakat, jelas Ardianto berupa guncangan dirasakan di wilayah Sumbawa III MMI (Getaran dirasakan nyata di dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan akibat gempa bumi tersebut.
Hasil pemodelan tsunami dengan sumber gempa bumi tektonik menunjukkan, bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami.
"Hingga Kamis (16/9) pukul 17.33 WITA, hasil monitoring BMKG mencatat adanya tiga aktivitas gempa bumi susulan (aftershock)," ujar Ardianto.
Kepada masyarakat lanjutnya, diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat diminta agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa. Ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah. Serta pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG, yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi dan telah terverifikasi," pungkas Kepala Stasiun Geofisika Mataram.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 351 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 304 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 226 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun