Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Suzuki Hentikan Ekspor Mobil ke Rusia dan Ukraina
BERITABALI.COM, DUNIA.
Suzuki Hongaria menambah daftar perusahaan otomotif yang mengambil sikap untuk menghentikan ekspor mobil ke Rusia dan Ukraina.
Pengumuman itu muncul di tengah operasi militer Rusia yang sedang berlangsung di Ukraina. Eropa Tengah saat ini sedang mengalami apa yang disebut sebagai kejatuhan ekonomi sebagai akibat dari perang.
Sanksi Barat yang keras terhadap Rusia diberlakukan karena agresinya, sementara gejolak ekonomi meningkat di kedua negara sebagai akibat dari konflik ini. Dan produksi Suzuki di Hongaria sendiri sejatinya tidak terpengaruh oleh situasi politik itu.
"Perusahaan kami tidak memiliki pemasok Tingkat 1 langsung di area yang terkena dampak. Namun, kami terus memantau seluruh rantai pasokan," kata Zsuzsanna Bonnar-Csonka selaku juru bicara Suzuki, dikutip dari Motor1.
Bonnar-Csonka menambahkan, kekurangan chip semikonduktor global masih menjadi masalah terbesar produksi Suzuki Hongaria. Naiknya biaya energi dan melemahnya mata uang negara berkontribusi pada rintangan yang dihadapi perusahaan.
Saat ini Suzuki Hongaria mengekspor 10.000 unit mobil per tahun ke Rusia dan Ukraina. Untuk mengimbangi defisit akibat penangguhan ekspor, Suzuki berencana mengalihkan pesanan yang terkena dampak ke pasar lain.
Pada 2020, Suzuki Hongaria menjual hampir 120.000 mobil. Sekitar 100.000 di antaranya dijual ke pasar luar negeri, yang berarti Rusia dan Ukraina berkontribusi sekitar sepersepuluh dari ekspor pabrik.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4310 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1461 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 956 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 888 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 782 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun