Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Syarief Hasan Nilai Ketua MK Akil Mochtar Tak Kuat Godaan
Kuta
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com, Kuta. Kasus suap yang menjerat Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar sehingga ditangkap oleh KPK karena pribadi dan karakternya Akil yang tidak tahan godaan.
Hal itu disampaikan Ketua Harian DPP Partai Demokrat Syarief Hasan. Menurutnya, tertangkapnya Akil selain mengejutkan publik ternyata juga membuat Syarif tersentak kaget.
Suami artis dan anggota DPR Inggrid Tansil itu sangat menyayangkan kasus tersebut dilakukan seorang pimpinan lembaga tinggi negara Mahkamah Konstitusi.
"Sangat disesalkan dan disayangkan apalagi MK sebagai benteng terakhir demokrasi dan konstitusi negara," ujar Syarif, acara APEC Unthinkable 2013 yang digelar Kementerian Koordinator Perekonomian di Kuta, Jumat (5/10/2013).
Peristiwa tersebut, kata Syarif tidak bisa disalahkan kepada lemahnya seleksi hakim konstitusi. Ia tidak sependapat jika kasus Akil bukan disebabkan latar belakang dukungan politik. Menurutnya, seleksi hakim menjadi kewenangan DPR untuk melakukan penilaian.
"Jangan dikaitakan dengan latarbelakang dukungan politik saat seleksi hakim konstitusi. Saya kira kasusnya bukan berlatar background politik, tapi sebenarnya lebih pada karakter yang bersangkutan yang tidak kuat terhadap godaan," tegasnya. (Dws)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 532 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 477 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 369 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 315 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun