Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Tak Punya Rumah, Nenek Tinggal di Dapur Pura, untuk Makan Kumpulkan Sisa Padi
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Seorang nenek, Desak Niang Kasih, warga Banjar Bandung, Desa Siangan, Kecamatan Gianyar hidup dalam keterbatasan. Setiap hari, nenek Kasih tinggal di perentenan (dapur) pura, merajan Taman Bali Bandung, Desa Adat Bandung, Desa Siangan.
Bendesa Adat Bandung, I Dewa Putu Anom, menyatakan Desak Niang betul-betul kekurangan. “Ini memang terparah (kekurangan, red) di desa adat Bandung,” ujarnya.
Desak Kasih, di rumah asalnya, tinggal sebanyak 5 KK. Sebetulnya dia tinggal di gedong Bale Daja milik keluarga besar. Itu pun hanya 1 kamar dan harus berbagi tempat dengan suaminya serta dua anaknya.
Dapur pun, di rumah itu tidak punya. “Makanya tinggal sementara di merajan, di perentenan. Tidur disini, masak, makan sehari-hari disini, perantenan merajan dipakai,” jelas dia.
Astungkara, semeton merajan mengizinkan Desak Kasih tinggal di merajan untuk kegiatan sehari-hari. Terutama di siang hari. “Untuk makan sehari-hari, beliau munuh (mengumpulkan sisa tumbukan padi). Tidak punya kegiatan pasti,” ungkapnya.
Terkadang, warga disini memberikan uang seadanya. “Ada yang kasih Rp 10 ribu, Rp 50 ribu. Ada semeton juga ngasih,” jelasnya.
Pertimbangan tinggal di merajan, adalah kemanusiaan. “Cuman, tidur malam saja di rumah. Namun tidur berdesakan. Karena di rumah KK sareng akeh (berbanyak) ada 5 KK, khusus niang tidak punya rumah,” jelasnya.
Niang Kasih punya 2 orang anak. Anak pertama, Dewa Putu Raka sudah sentana (nikah keluar) dan anak kedua, Dewa Made Rai, tinggal di rumah. “Hanya tinggal gedong satu di rumah. Tidur bertiga sulit, maka kegiatan apapun semua di perantenan,” jelasnya.
Bendesa berharap kepada pemerintah agar menengok ke bawah. “Ini perlu dibantu. Karena tidak punya rumah dan tidak ada pendapatan,” jelas dia.
Bendesa meminta agar ada dermawan dan stake holder terkait mengulurkan tangan. “Kami harapkan ada bedah rumah. Sebab gedong rumahnya itu milik bersama. Dengan kebaikan keluarga, dikasih pinjam, maka ini tidak punya rumah. Bedah rumah, biar ada tempat tinggal,” ujarnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1075 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 896 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 818 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 537 Kali
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 446 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun