Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
Tak Terima Ditegur Karena Mabuk, Suami Bacok Istri
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Lantaran tak terima ditegur karena mabuk membuat seorang suami di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) NTT murka. KB (49) tega membacok istrinya (45) dengan parang hingga luka parah.
Peristiwa terjadi pada Selasa (25/5/2021). Awalnya KB duduk di rumah tetangga sambil mengkonsumsi minuman keras (miras) tradisional jenis sopi.
Tak lama kemudian korban datang dan menegur pelaku agar tidak minum minuman keras. Korban juga menyuruh pelaku pulang.
"Saat dalam perjalanan pulang ke rumah keduanya bertengkar. Setibanya di rumah pelaku marah dan mengambil parang yang digantung dibahu kirinya," kata Kasatreskrim Polres TTS, Iptu Hendricha Bahtera, Rabu (26/5/2021).
Pelaku lalu membacok korban. Akibatnya kepala bagian depan sebelah kiri serta leher korban sebelah kiri korban banyak mengeluarkan darah. Insiden itu dilaporkan ke polisi dan korban dibawa ke rumah sakit.
Petugas yang mendapat laporan melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku. Kekinian pelaku berada di Polsek Boking guna mempertanggungjawabkan perbuatanya.
"Pelaku sudah diamankan guna proses hukum selanjutnya. Pelaku diamankan di Polsek Boking sambil menunggu proses hukum lebih lanjut," tukasnya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4513 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2329 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1974 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1600 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1041 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun