Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Takut Malu, Bayi Hasil Perselingkuhan Dibunuh
Mendoyo
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Ternyata pengakuan Ni Made Rn (37) terbantahkan dengan hasil otopsi yang dilakukan oleh Laboratorium Forensik RSUP Sanglah. Warga Lingkungan Biluk Poh Kangin, Tegalcangkring, Mendoyo mengaku kalau bayi laki-laki yang dilahirkan buah dari hubungan gelapnya dengan I Nengah Pm (31), pemuda warga Lingkungan Biluk Poh Kauh, Tegal Cangkring, Mendoyo meninggal sejak dari baru lahir.
Pengakuan Rn tersebut termentahkan menyusul turunnya hasil otopsi yang diterima Polres Jembrana dengan kesimpulan kalau terdapat lebam berwarna biru bagian dada bayi tersebut.
Diduga, meninggalnya bayi laki-laki tersebut akibat tindak kekerasan. Untuk mengungkap lebih jauh, polisi melakukan penyelidikan dan kembali meminta keterangan Rn. “Setelah dilakukan pendekatan dengan ibu bayi (Rn,red) akhirnya ibu itu mengaku dengan terus terang telah menghilangkan nyawa bayi yang baru dilahirkan itu, dengan alasan malu karena bayi tersebut hasil perselingkuhan,“ terang Kapolres Jembrana, AKBP I Ketut Suardana Kamis (2/7).
Menurut Suardana, Rn mengaku kalau bayi tersebut dibunuh dengan cara menekukkan lutut bayi ke dada bayi sehingga diduga membuat bayi tidak berdosa itu tidak bisa bernafas lalu
meninggal.
Sementara itu, Pm kepada penyidik mengaku tak tahu menahu kalau kematian bayi tersebut akibat kekerasan yang dilakukan oleh Rn. “Motifnya karena merasa malu lantaran khawatir aib tersebut diketahui keluarga dan warga sehingga pelaku menghilangkan nyawa bayi tersebut. Hingga saat ini kami masih melakukan penyidikan,“ terang Suardana. Atas kelakuannya, imbuh Suardana, Rn akan dijerat dengan pasal 341 KUHP dengan ancaman kurungan minimal 5 tahun.
Seperti yang telah diberitakan pada Selasa (30/6) lalu, kalau Rn dan Pm melakukan perselingkuhan sehingga hamil dan melahirkan bayi laki-laki saat usia kandungannya baru memasuki 8 bulan. Saat melahirkan, Rn yang suaminya
bekerja di Jepang mengaku tidak dibantu oleh siapapun dan bayi yang dilahirkannya itu sudah meninggal sejak lahir.
Kemudian, mayat bayi tersebut dibungkus dengan kain dan dimasukkan ke dalam tas kresek warna hitam lalu disimpan di kamarnya. Rn lalu menghubungi Pm, selingkuhannya agar datang ke rumahnya. Keeesokan harinya, Pm datang dan oleh Rn diberikan tas kresek hitam yang berisi mayat bayi itu.
Di tengah kekalutan dan kesedihan itu, Pm menguburkan mayat bayinya itu di bawah rimbunan pohon bambu di kebun milik Guru Wes yang jaraknya sekitar duaratus meter di belakang Mapolsek Mendoyo.
Sejatinya, ketika mengetahui kalau Rn hamil, Pm telah menawarkan untuk menggugurkan kandungan, namuh ditolak Rn. Lalu keduanya berkomitmen kalau Rn diceraikan oleh suaminya, Pm siap menikahi. Jika tidak diceraikan Pm siap merawat anak yang lahir itu. (dey)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5964 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4663 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2649 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2300 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2232 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan