Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
Tangguh, Perempuan Bawa Banten Pajegan 2,5 Meter, Berat 50 Kg
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Seorang perempuan di Gianyar membawa banten pajegan dengan tinggi mencapai 2,5 meter dan berat 50 kilogram saat menuju Pura Samuan Tiga.
Sebagaimana yang dilakukan oleh perempuan dalam video unggahan akun Instagram @gianyarinfo_. Biasanya, Pajegan ini bervariatif mulai yang berukuran tinggi setengah sampai satu meter hingga tergantung dari keikhlasan pembuatnya. Selebihnya ada pada penyaluran seni.
Namun perempuan Bali ini dengan kuat dan tetap seimbang memanggul pajegan tanpa ragu dan percaya diri. Meskipun begitu, ia tetap mendapatkan perhatian dari keluarga yang menyertainya saat membawa pajegan tersebut.
Sebab dalam perjalanannya, membawa Pajegan dengan ukuran tidak biasa itu riskan tersenggol atau tersangkut dahan pohon di jalan. Hal itu bisa mengganggu keseimbangan perempuan tersebut. Apalagi saat berpapasan dengan pengendara lainnya.
Pajegan atau Gebogan sendiri merupakan sesaji dalam upacara keagamaan umat Hindu Bali. Biasanya Pajegan berisi tumpukan buah yang di susun mengerucut semakin ke atas dan tinggi.
Sedangkan pada puncak Pajegan akan dihiasi bunga-bunga dan janur yang diletaki canang dan sampiyang. Bentuknya yang tinggi menjulang ke langit seperti gunung mengandung filosofi sebagai wujud persembahan dan Bhakti kepada Tuhan Pencipta Alam Semesta.
Pajegan ini akan dibawakan oleh gadis atau ibu-ibu Bali saat upacara Dewa Yadnya sebagai rasa syukur atas berkat dari Ida Hyang Widhi Tuhan Yang Maha Esa. (sumber: Suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 592 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 468 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan