Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 12 Agustus 2026
Tangkal "Grubug" Babi dan Corona, Badung Gelar Upacara Nangluk Merana
BERITABALI.COM, BADUNG.
Bupati Badung yang diwakili Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung I Gede Eka Sudarwitha menghadiri Upacara Nangluk Merana dan Mepekelem di Pura Mas Ceti Ulun Tanjung Petitenget, bertepatan dengan Purnama Kesanga, Senin (9/3).
[pilihan-redaksi]
Upacara yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini tergolong dalam jenis Bhuta Yadnya yang bertujuan untuk memohon keselamatan serta dijauhkan dari hal-hal yang bersifat negatif dan malapetaka dimana agar segala merana (hama) atau virus-virus maupun penyakit itu sirna.
Upacara yang dipuput oleh Ida Pedanda Sakti Griya Telabah Banjar Batu Bidak Kerobokan Kuta Utara juga dihadiri oleh Anggota DPRD Badung AA Ngurah Ketut Agus Nadi Putra, Ida Bagus Made Sunartha, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Ni Wayan Kristiani, Kepala Badan Pendapatan Daerah dan Pesedahan Agung I Made Sutama, Kadis Perhubungan. AA Ngr. Rai Yuda Dharma, Camat Kuta Utara Putu Eka Parmana, Lurah Kerobokan Kelod I Made Wistawan, Bendesa Adat Kerobokan A.A Putu Sutarja, Ketua Harian PHDI Badung Gede Rudia Adiputra dan seluruh kelian subak se- Badung.
Kepala Dinas Kebudayaan Badung I Gede Eka Sudarwitha disela-sela kegiatan menyampaikan pada pelaksanaan Upacara Nangluk Merana di Pura Mas Ceti Ulun Tanjung pada tahun ini dilaksanakan bertepatan dengan purnama kesanga, dengan harapan agar segala penyakit, hama yang ada di dunia, baik itu di sawah maupun di lingkungan terlebih lagi pada saat ini sedang merebaknya virus Corona (Covid-19) dan kasus kematian pada hewan ternak Babi agar bisa segera hilang dan sirna sehingga akan tumbuh kesejahteraan dan kemakmuran di jagat Badung, di Bali dan di dunia pada umumnya.
"Sesungguhnya segala merana atau penyakit itu bersifat sama yang merupakan hama atau petaka bagi manusia oleh karena itu diadakannya upacara dan upakara Nangluk Merana sebagai sarana kita berdoa bersama untuk selalu dilindungi oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar segala hal-hal negatif baik itu virus maupun hama yang dapat merugikan masyarakat bisa dihilangkan dan masyarakat kita selamat dihindarkan dari penyakit dan marabahaya," ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan dengan upacara nangluk merana ini, masyarakat seperti petani yang mengandalkan kehidupannya dari pertanian dapat terhindar dari gangguan-gangguan hama ataupun penyakit yang mengganggu tanaman pertanian sehingga nantinya dapat memperoleh hasil panen yang memuaskan.
Dalam acara tersebut Kadis Kebudayaan Badung ikut melaksanakan persembahyangan bersama dengan seluruh masyarakat dan pekaseh se-Kabupaten Badung di Pura Mas Ceti Ulun Tanjung Petitenget serta ikut melalukan prosesi Mulang Pekelem di Pantai Petitenget.
Reporter: Humas Badung
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4478 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2290 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1851 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1579 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1026 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun