Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 23 September 2026
Tekan Penyalahguna Narkoba, BNNP Bali Diganjar Penghargaan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali Brigjen Pol Gede Sugianyar dan jajaran berhasil meraih penghargaan dari Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) karena berhasil menekan prevalensi penyalahguna narkoba di Bali.
Dimana berdasarkan hasil survei dari Pusat Penelitian Data dan Informasi prevalensi pengguna narkoba di Bali sudah mencapai 15.000.
Penghargaan berupa piagam ini diberikan kepada Brigjen Sugianyar yang diserahkan langsung oleh Direktur Eksekutif Lemkapi Edi Saputra Hasibuan di Kantor BNNP Bali, pada Jumat 10 Juni 2022 pagi.
Edi Hasibuan menerangkan penghargaan ini diberikan berdasarkan hasil kajian dan pengamatan. Setelah melalui kajian selama 3 bulan terakhir melalui sosialisasi di media massa dan pendekatan melalui tokoh masyarakat.
"Jadi, kami mengapresiasi bapak Kepala BNNP Bali dalam memberikan perlindungan terhadap masyarakat dari bahaya narkoba di Bali. Berbagai terobosan yang dilakukan sangat baik. Banyak apresiasi positif dari masyarakat terhadap langkah yang dilakukan BNNP Bali dalam menekan peredaran gelap narkoba di Bali," terang Edi Hasibuan.
Dijelaskannya, dengan penghargaan ini diharapkan Kepala BNNP lainnya memacu dalam memberikan perlindungan terhadap masyarakat. Hal ini merupakan komitmen dan tekad dari Kepala BNN RI dalam memberantas peredaran gelap narkoba ini harus bisa diaktualisasikan oleh jajaran di bawahnya.
"Kami melihat kepala BNNP Bali bisa melakukanya," tegasnya lagi.
Menanggapi hal ini Kepala BNNP Bali Brigjen Gde Sugianyar yang dikonfirmasi mengaku kaget menerima penghargaan yang diberikan oleh Lemkapi.
Memang, katanya, selama ini BNNP Bali sudah melakukan tiga pendekatan sesuai dengan tagline Kepala BNN RI Komjen Pol Petrus Reinhard Golose. Tiga pendekatan itu yakni Soft Power Approach, Hard Power Approach dan Smart Power Approach.
Dimana, Soft Power Approach menjadi perhatian dari Lemkapi, karena ini menyentuh kelompok komunitas anak muda, kearifan lokal yang ada, tokoh masyarakat, dan sebagainya.
"Terobosan ini dilakukan bahwa menangani narkoba harus dilakukan dengan cara yang shoft baik dari sisi edukasi maupun kegiatan rehabilitasi," ujar mantan Kepala BNNP Nusa Tengara Barat ini.
Menurut jenderal bintang satu dipundak ini, pada dasarnya orang yang kecanduan narkoba solusinya adalah rehabilitas, bukan dipenjara. Sehingga BNNP Bali lebih awal melakukan pendekatan kepada generasi muda.
Guna meyakinkan mereka jangan ragu datang ke BNN bila memang jadi pecandu atau korban penyalahguna narkoba agar direhabilitasi.
"Rahasia dijamin tidak bocor, gratis, dan bebas menggunakan fasilitas layanan," beber mantan Kabid Humas Polda Bali ini.
Dijelaskannya lebih lanjut, soft Power Approach diterapkan pada bidang pencegahan, pemberdayaan masyarakat, rehabilitasi dan pasca rehabilitasi. Kemudian Hard power approach diterapkan pada bidang pemberantasan.
Sementara smart power approach diterapkan pada penggunaan teknologi informasi sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan tugas dan fungsi P4GN.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8321 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5752 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3598 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2433 Kali
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar