Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 9 Agustus 2026
TikTok Rilis Effect House, Pengguna Bisa Bikin Efek AR Sendiri
BERITABALI.COM, DUNIA.
TikTok meluncurkan Effect House beta ke lebih banyak penggunanya di seluruh dunia.
Ini adalah sebuah alat yang dirancang untuk mengembangkan efek augmented reality (AR).
Sebenarnya, alat ini sudah dirilis dalam uji beta tertutup pada musim gugur lalu.
Kini Effect House ini sudah bisa diakses lebih terbuka untuk semua kreator, desainer, dan developer dari seluruh dunia.
"Efek kreatif ini memberdayakan kreator konten untuk mengekspresikan diri, menghibur, dan berbagi cerita melalui format menarik dan imersif," ujar TikTok, dikutip dari The Verge, Kamis (14/4/2022).
TikTok mengatakan, efek AR yang bisa dikreasikan ini tetap berlandaskan pendoman tertentu agar disetujui dan bisa dipakai.
TikTok akan melarang efek AR yang berisi rasisme berdasarkan warna kulit atau stereotip negatif ke kelompok yang dilindungi.
Efek yang mempromosikan operasi wajah juga dilarang, seperti filler bibir.
Efek seperti Green Screen saat ini menjadi yang terpopuler di konten TikTok.
Banyak kreator yang membuat videonya dengan efek tersebut dan menjadi bagian dari tren.
TikTok mengungkap kalau ada lebih dari 1,5 miliar video yang menggunakan efek, dan telah ditonton lebih dari 600 miliar kali secara global.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4426 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 1999 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1541 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 997 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 933 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun