Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
Ubah Kesan Sampah, Desa Temesi Kembangkan Wisata Air Terjun
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Pemerintah Desa Temesi, Kecamatan Gianyar, berencana mengembangkan potensi air terjun Temesi sebagai objek wisata. Diharapkan, objek itu bisa terealisasi untuk kemajuan di desa.
Perbekel Temesi, I Ketut Branayoga, menyatakan air terjun dari dulu belum pernah tergali.
“Kami coba menggali, mencoba memetakan dan memperhitungkan bagaimana agar potensi itu diekspresikan menjadi pendapatan asli desa,” ujarnya, Senin (30/5).
Diakui, dari sisi akses belum bagus. Namun tiap Minggu perlahan membersihkan akses secara sukarela.
“Sementara ini, ada 60 warga turun ke air terjun untuk gotong royong. Diharapkan potensi ini bisa berkembang,” ujarnya.
Tentunya untuk mendapatkan pendapatan asli desa dan menyerap tenaga lokal.
“Karena kami akan siapkan guide lokal ke wisawatan yang berkunjung,” ujarnya.
Jadi per wisatawan dihandel oleh seorang guide tergantung grup. “Itu sudah kami bicarakan dengan teman-teman. Mudah-mudahan bisa terwujud,” ujarnya.
Pihaknya berharap ada pihak yang membantu. “Sehingga Temesi Waterfall segera terwujud,” ujarnya.
Disamping itu, Desa Temesi dekat jalur tur, ke Penglipuran, Besakih, Ubud. Sehingga dekat dengan objek wisata ternama.
“Kami harapkan dukungan seluruh warga yang berkecimpung di dunia pariwisata bisa membantu kami, kami yakin ini jadi kebanggaan,” ujarnya.
Sebelumnya, Desa Temesi terkenal dengan TPA atau sampah. Dengan terwujudnya objek air terjun, akan mengharumkan nama Desa Temesi.
“Mudah-mudahan terwujud, dan pandemi cepat berlalu. Mudah-mudahan bisa jadi ikon Desa Temesi di kemudian hari,” terangnya.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 592 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 466 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan