Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Ukraina Klaim Sukses Terobos Garis Pertahanan Rusia di Zaporizhzhia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pasukan Ukraina yang melakukan serangan balik terhadap pertahanan Rusia di daerah Selatan Ukraina mengklaim berhasil menerobos garis pertahanan Rusia.
Jenderal Oleksandr Tarnavskiy yang memimpin operasi serangan balik tersebut mengklaim kini pasukannya terus mengalami perkembangan salah satunya di daerah Zaporizhzhia yang telah berhasil diterobos.
"Di sayap kiri (dekat Desa Verbove) kita mengalami terobosan dan terus maju lebih jauh," kata Oleksandr Tarnavskiy kepada CNN seperti dikutip AFP.
Kendati demikian, Tarnavskiy mengaku perkembangan pasukan Ukraina cenderung lebih lambat daripada yang diperkirakan akibat pertahanan Russia yang dipenuhi ranjau.
Namun, ia mengklaim dalam beberapa pekan ini pasukannya terus mengalami kemajuan di daerah Zaporizhzhia.
Ia pun menyebut kemajuan ini penting untuk menjaga momentum inisiasi perlawanan balik yang dilakukan oleh Ukraina.
"Tak secepat seperti yang kita harapkan, (perang ini) bukan seperti film tentang Perang Dunia kedua," ujarnya.
Baca juga:
Dekorasi Sidang Umum PBB Bikin Erdogan Risih
Ukraina telah melancarkan operasi serangan balik terhadap Rusia sejak Juni untuk mengambil kembali daerah-daerah yang telah dicaplok.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4306 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1460 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 953 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 887 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 776 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun