Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 17 September 2026
Ulat Bulu Sutra Emas Akan Diternakkan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ledakan populasi ulat bulu kini semakin mengkhawatirkan, namun pemerintah provinsi Bali mempertimbangkan untuk menternakkan ulat bulu. Ulat bulu yang akan diternakkan adalah jenis ulat bulu sutra emas (Cricula trifenestrata) yang hidup liar di alam.
Kepala Dinas Pertanian Bali Made Putra Suryawan ketika ditemui Beritabali.com di Denpasar, Selasa (19/4) menyatakan secara morfologi ulat bulu sutra emas liar ini tidak beracun dan dapat dikonsumsi.Apalagi saat ini ulat bulu jenis sutra emas liar mengalami ledakan populasi di 2 kabupaten di Bali yaitu kabupaten Gianyar dan Karangasem.
"Ulatnya sendiri bisa dikonsumsi, kempompongnya bisa dikonsumsi, sementara kulitnya itu merupakan sutra emas liar, jadi sementara belum ada yang mau mengembangkan karena dia berbulu seperti menjijikkan padahal tidak beracun sama sekali," papar Made Putra Suryawan.
Menurut Suryawan, ledakan populasi ulat bulu sutra emas telah menarik minat seorang pengusaha tekstil dari Penatih untuk mengembangkannya, tetapi masih terkendala pada masalah teknologi.
Suryawan menyebutkan secara umum ulat bulu sutra emas liar selama ini cendrung menyerang daun tanaman jambu mete, kedondong, alpukat dan Kutat.Namun serangan ulat jenis ini tidak menyebabkan pohon menjadi mati, justru menyebabkan pohon menjadi produktif setelah tunas muda tumbuh kembali.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5507 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3476 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2317 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1129 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan