Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 11 Juni 2026
Umat Hindu di Banyuwangi Siapkan Ogoh-Ogoh Buta Kala Menyambut Nyepi
BERITABALI.COM, BANYUWANGI.
Menyambut Hari Raya Nyepi pada Rabu 22 Maret 2023, sejumlah warga Hindu di Banyuwangi tengah disibukkan membuat Ogoh-ogoh.
Boneka raksasa tersebut akan diarak di malam pergantian Saka. Salah satu kampung umat Hindu di Banyuwangi berada di Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi.
Kini pemuda setempat tengah sibuk membuat Ogoh-ogoh. Tahun ini Ogoh-ogoh yang dibuat diberi nama Buta Kala. Beragam Ogoh-ogoh ini menggambarkan berbagai sifat jahat, sehingga bentuknya dibuat menyeramkan.
Salah satu pemuda setempat, Nengah (20) mengatakan, proses pembuatan ogoh-ogoh memakan waktu kurang lebih satu bulan. Dibuat dari styrofoam lalu dibalut menggunakan kertas koran. Biaya pembuatannya juga tak murah. Rata-rata, sekitar Rp 3 juta hingga Rp 4 juta.
"Ini rangkaian persiapan menyambut datangnya Nyepi. Umat Hindu membuat Ogoh-ogoh yang nantinya akan diarak keliling desa," kata Nengah, Sabtu (18/3/2023).
Setiap tahun, konsep Ogoh-ogoh selalu berbeda. Kendati demikian bentuknya tetap raksasa yang menyeramkan.
Tahun ini, tak hanya yang ukuran raksasa yang dibuat. Umat Hindu juga membuat Ogoh-ogoh dengan ukuran lebih kecil dan lebih ringan. Nantinya akan diarak oleh anak-anak. Diiringi gamelan ble ganjur, umat Hindu membawa Ogoh-ogoh di sekitar desa masing-masing.
Ritual ini disebut dengan tawur kesanga. Maknanya, membersihkan pengaruh buruk sebelum memasuki puasa Nyepi. Ritual diakhiri dengan membakar Ogoh-ogoh menjelang tengah malam. Lalu, seluruh umat Hindu akan menjalani puasa penuh 24 jam.
"Selama Nyepi, umat Hindu menghentikan seluruh aktivitasnya sehari-sehari dan hanya berdiam diri di rumah. Puasa ini sebagai pertanda menyambut datangnya tahun baru Saka," tegasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli