Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Video Masak Anjing di Nusa Penida Viral, Polisi Turun Tangan
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya video yang memperlihatkan sejumlah pria memasak seekor anjing di kawasan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Peristiwa ini memicu reaksi luas dari masyarakat, khususnya di daerah pariwisata Bali.
Menanggapi viralnya video tersebut, aparat kepolisian dari Polsek Nusa Penida langsung melakukan penyelidikan untuk memastikan fakta di balik kejadian tersebut.
Kapolsek Nusa Penida, Kompol I Ketut Kesuma Jaya, menegaskan bahwa pihaknya bergerak cepat untuk menindaklanjuti informasi yang beredar di media sosial guna menjaga situasi tetap kondusif.
"Kami langsung menindaklanjuti informasi yang beredar di media sosial dengan melakukan penyelidikan secara cepat dan terukur. Langkah ini kami ambil untuk memastikan situasi tetap kondusif serta mencegah timbulnya persepsi negatif, khususnya di wilayah pariwisata seperti Nusa Penida," kata Kompol Kesuma Jaya, Jumat (3/4).
Dari hasil penelusuran, kejadian tersebut berlangsung pada Selasa, 24 Maret 2026 sekitar pukul 17.00 WITA di sebuah gubuk kosong di pinggir pantai Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida.
Polisi kemudian mengidentifikasi dua orang pelaku berinisial AE (22) dan DK (31), yang diketahui sebagai warga pendatang dan sementara tinggal di wilayah tersebut.
"Berdasarkan keterangan yang diperoleh, tindakan tersebut dilakukan terhadap hewan milik sendiri yang dalam kondisi sudah mati," imbuhnya.
Kedua pelaku telah dimintai keterangan dan mengakui perbuatannya. Mereka juga menyadari bahwa tindakan tersebut serta unggahan video yang dibuat telah memicu keresahan di masyarakat.
Sebagai bentuk tanggung jawab, keduanya telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Polisi juga memberikan peringatan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Selain itu, kepolisian mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial, terutama dalam menyebarkan konten yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk lebih bijak dalam bermedia sosial, tidak mudah menyebarkan konten yang belum tentu dipahami secara utuh, serta selalu mempertimbangkan dampak yang dapat ditimbulkan, baik terhadap ketertiban umum maupun citra daerah," ujarnya. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5655 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4583 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2518 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2185 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2179 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan