Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 14 Mei 2026
Viral Bocah Dilumuri Cabai Ulek Oleh Ortu Temannya
BERITABALI.COM, NTB.
Sebuah video viral di media sosial, seorang bocah 11 tahun di Kota Bima, wajah dan mulutnya dilumuri cabai rawit yang sudah diulek oleh orang tua temannya setelah terlibat cekcok adu mulut.
Kejadian ini viral di media sosial (Medsos) dan mendapatkan sorotan dari warganet di Bima, Senin (30/5). Kejadian ini terjadi di lingkungan Ranggo, Kelurahan Nae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima.
Sang bocah diketahui diasuh sang ayahnya yang sehari-hari bekerja sebagai kusir cidomo.
Dalam kejadian itu, sang bocah menjadi korban kekerasan oleh orang dewasa dan mengundang perhatian banyak warga. Kisah ini kemudian diunggah oleh akun Facebook Siska Arsyfa.
Dalam waktu 6 jam, postingan tersebut dibagikan sebanyak 2.247 kali dan sebanyak 1.003 komentar.
"Hanya karena masalah sama toina sampe di ruju kaipu ina lengana kani saha isi madana (Hanya karena masalah sesama kecilnya, sampai digosok dengan cabai oleh ibu temannya)," tulis Siska.
Selain mendapat perhatian netizen, kasus kekerasan terhadap anak ini juga mendapat perhatian dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Bima.
Ketua LPA Kota Bima Juhriati membenarkan adanya dugaan kekerasan tersebut.
"Betul, kami dampingi. Sudah dilaporkan keluarga korban ke Unit PPA Polres Bima Kota," kata Juhriati.
Saat ini, LPA mendampingi korban untuk memastikan hak-haknya terpenuhi selama proses hukum berlangsung.
Ditanya kronologi kejadian, Juhriati mengaku mendapatkan keterangan yang hampir sama dengan apa yang heboh di media sosial.
Jadi ada acara Mtq dan anak-anak ini ketemu. Kemudian ada obrolan antara anak perempuan terduga pelaku, dengan korban. Ada bahasa ''ngoa ina' (kasitau ibu) dan temannya tersebut melapor ke ibunya," beber Juhriati,
Sesaat kemudian lanjutnya, terduga pelaku mendatangi korban dengan tangan yang dibungkus plastik dan terdapat cabai.
"Cabai itu sudah diulek," kata Juhriati, dikutip tribun lombok.
Seketika cabai di tangannya tersebut digosok ke mulut korban, kemudian ke seluruh wajah korban sembari berkata 'ake asa ma ngau re' (Ini mulut yang hebat itu).
"Saya juga mau klarifikasi, yang menyatakan jika korban anak yatim. Itu tidak benar. Korban, diasuh oleh ayahnya setelah bercerai dari ibu korban," pungkas Juhriati.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Bima Kota Iptu Jufrin yang dikonfirmasi, membenarkan laporan dugaan kekerasan tersebut.
Laporannya kami terima, sekitar kemarin magrib," akunya.
Penyidik PPA Polres Bima Kota sudah mengambil keterangan korban dan beberapa orang saksi.
Sedangkan untuk terduga pelaku, belum dilakukan pemanggilan karena harus merampungkan keterangan korban.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1243 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 966 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 797 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 724 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik