Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Vulkanik Dalam Kembali Muncul di Tubuh Gunung Agung
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Vulkanik dalam kembali muncul dalam laporan magmavar aktivitas Gunung Agung periode pengamatan 12 jam terakhir. Tak hanya satu, Gempa Vulkanik Dalam bahkan muncul sampai 4 kali, tiga kali diantaranya muncul dalam periode pengamatan Rabu (10/10/2019) pukul 18.00 sampai 24.00 WITA.
[pilihan-redaksi]
Dalam periode pengamatan tersebut, rentetan Gempa Vulkanik dalam muncul dengan amplitudo 1 - 4 mm berdurasi 8 - 14 detik.
Sementara satu gempa Vulkanik muncul dalam perode pengamatan Kamis (10/10/2019) pukul 00.00 sampai 06.00 WITA dengan amplitudo 1 mm berdurasi 63 detik.
Munculnya gempa vulkanik di tubuh Gunung Agung seperti yang dijelaskan oleh Kepala Sub Bidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur, dr. Devy Kamil Syahbana beberapa waktu lalu menandakan adanya suplai magma dari kedalaman meskipun jumlahnya belum terlalu signifikan.
"Masih terekamnya kegempaan Vulkanik artinya masih ada suplai magma dari kedalam," kata Devy Kamil Syahbana dihubungi via whatshap beberapa waktu lalu.
Untuk itu, Devy Kamil menghimbau mengingat aktivitas Gunung Agung yang masih belum stabil agar warga selalu mematuhi rekomendasi dari PVMBG untuk tidak melakukan aktivitas apapun di radius 4 kilometer dari puncak kawah Gunung Agung.
Reporter: -
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 815 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 745 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 519 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 387 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 330 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun