Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 6 Mei 2026
Warga Buleleng Isyaratkan Penolakan
BERITABALI.COM, BULELENG.
Wacana melokalisasi para pekerja seks komersial (PSK) ternyata tidak berumur panjang. Munculnya penolakan dari berbagai tokoh, membuat pencetus ide lokalisasi menutup wacana tersebut.
Kalau sebelumnya tokoh adat dan tokoh kampus menolak wacana lokalisasi tersebut, giliran pemerintah Kabupaten Buleleng menegaskan penolakan.Meski tidak secara tegas menyebutkan, namun hasil dengar pendapat antara eksekutif dengan panitia khusus atau pansus DPRD membahas ranperda HIV/AIDS, Pemkab Buleleng mengisyaratkan penolakannya.
Wakil Bupati Buleleng Made Arga Pinatih mengatakan, dari kaca mata medis, lokalisasi para PSK memang memudahkan pengawasan, namun lokalisasi tersebut bertolak belakang dengan norma-norma pembangunan Bali yang berwawasan budaya.
Kita tetap mengacu pada norma budaya dan setiap jengkal tanah di Bali memiliki arti kesucian," tegasnya di hadapan sejumlah anggota DPRD Buleleng.
Terkait munculnya penolakan tersebut, salah satu anggota pansus, Ketut Siwa, yang melempar wacana lokalisasi para PSK, saat dikonfirmasi mengaku dapat memahami masukan dan kritikan dari masyarakat.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 532 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 412 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 411 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 394 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik