Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Warga Cupel Dihantui Abrasi
Cupel
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Ombak besar akibat angin kencang yang terjadi beberapa hari belakangan ini mengakibatkan warga masyarakat yang tinggal di pesisir pantai Cupel Desa Cupel, Negara, Jembrana merasa ketakutan.
Pasalnya kejadian abrasi 2 tahun silam yang merubah 100 meter daratan menjadi lautan serta meluluhlantakkan rumah penduduk dan kuburan masih terus membayang di benak mereka.
Hariri (43) salah seorang warga yang tinggal di pesisir pantai Cupel saat ditemui Kamis (21/8) mengatakan kondisi cuaca seperti ini membuat dirinya dan seluruh warga di pesisir pantai Cupel tidak bisa tidur nyenyak.
"Kami harus tetap terjaga siapa tahu kejadian 2 tahun lalu terjadi lagi. Apalagi beberapa hari belakangan ini, hempasan ombak sudah mulai mamasuki rumah penduduk," ujarnya.
Dirinya merasa sedikit tenang dengan adanya krib (senderan) yang membantu menahan hempasan ombak. "Namun kami masih tetap khawatir bila krib tersebut dihantam ombak terus menerus pasti akan jebol juga," katanya.
Dari pantauan Beritabali.com di lapangan, beberapa bangunan sudah mulai terkikis ombak dan kemungkinan kalau terus menerus diterpa hempasan ombak besar ditakutkan bangunan tersebut akan ambruk. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2951 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2018 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun