Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Warga Desa Tuwed Jembrana Meninggal Akibat Rabies
Jumat, 15 Juli 2016,
19:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Beritabali.com, Melaya. Virus Rabies lagi lagi memakan korban jiwa. Kali ini virus yang ditularkan melalui gigitan anjing terinfeksi rabies tersebut menewaskan salah satu warga Desa Tuwed Kecamatan Melaya Jembrana.
Korban bernama Ni Komang Sastra Wati, ibu dua orang anak ini, meninggal di rumah sakit Sanglah Kamis (14/7) setelah di rujuk dari RSU Negara. Korban dinyatakan meninggal oleh dokter akibat positif rabies.
Hal tersebut dikuatkan dengan riwayat korban Sastra Wati ini pernah digigit anjing di rumah Ni Made Dendri di Desa Berawantangi Kecamatan Melaya.
Kepala Dusun Banjar Berawantangi Ni Gusti Ayu Komang Sugi Andayani mengatakan, anjing yang menggigit korban merupakan anjing milik warganya Ni Made Dendri. Korban digigit di bagian punggung kaki kanan saat hendak membeli perlengkapan jejahitan.
“ Korban digigit di kaki bagian kanan pada bulan April lalu, pada saat itu korban sedang membeli jejahitan di Made Dendri,” jelasnya.
Sementara dari pihak keluarga korban sangat menyayangkan peristiwa ini terjadi. Semestinya pihak terkait lebih respect terhadap warga jika ada yang di gigit anjing. Jangan sampai baru ada kejadian Dinas Kesehatan baru turun ke lapangan sehingga menjadi mubazir.
Suami korban Gede Sukayasa mengungkapkan, setelah mengalami gigitan anjing, istrinya langsung dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan dan mendapatkan sekali vaksin anti rabies.
“setelah digigit anjing, istri saya langsung saya bawa ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan. Selanjutnya tidak pernah mendapatkan perawatan lagi,” ungkapnya.
Meninggalnya salah satu warga Jembrana akibat rabies dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jembrana dr.Putu Suasta, sesuai dengan gejala klinis jika terkena suspect rabies korban mengalami ketakutan terkena cahaya,air dan kejang kejang.
Dituduh kurangnya kordinasi antara puskesmas dengan Dinas Kesehatan Putu Suasta menegaskan pihaknya sudah maksimal melakukan koordinasi.
“Tidak benar kami kurang berkordinasi jika terjadi kasus gigitan pihaknya selama ini selalu melakukan kordinasi dengan petugas di lapangan dan memberikan penanganan sesuai protap jika ada warga yang tergigit anjing,” pungkasnya.[bbn/jim/psk]
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1472 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1111 Kali
03
04
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 955 Kali
05
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 849 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026