Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
WhatsApp Siapkan Fitur Ubah Bahasa dari Aplikasi
BERITABALI.COM, DUNIA.
WhatsApp dilaporkan sedang mengembangkan fitur baru yang disebut App Language. Seperti namanya, fitur ini memungkinkan pengguna bisa mengubah bahasa dalam aplikasi.
Fitur baru Whatsapp ini pertama kali ditemukan oleh WABetaInfo di versi beta Android v2.22.8.3. Disebutkan bahwa opsi ini membuat pengguna bisa mengganti bahasa aplikasi secara manual.
WhatsApp sendiri telah mendukung 60 bahasa di dunia untuk perangkat Android. Pengaturan bahasa ini otomatis sesuai dengan bahasa sistem.
Jadi ketika pengguna menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa bawaan di ponsel, maka WhatsApp juga diatur dengan bahasa Indonesia. Begitu pula dengan mereka yang memilih bahasa Inggris sebagai pengaturan bawaannya.
Dengan pengaturan App Language ini, bahasa aplikasi WhatsApp bisa diganti sesuai keinginan tanpa perlu mengikuti bahasa di sistem ponsel, sebagaimana diwartakan Beebom, Rabu (23/3/2022).
Fitur ini mirip dengan salah satu opsi yang ada di Android 13, yang memungkinkan pengguna bisa mengubah bahasa di masing-masing Aplikasi. Fitur ini sudah ada dalam bentuk preview developer, dan masih perlu diperbaiki.
WABetaInfo melaporkan kalau fitur App Language WhatsApp masih dalam tahap pengembangan. Jadi belum diketahui kapan fitur ini dirilis ke semua pengguna.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4370 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1475 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 1290 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 967 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 902 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun