Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 27 September 2026
YM Passang Rinpoche: Bakti pada Orang Tua Kunci Sukses Hidup, Saya Jamin Itu
Upacara "Chau Tu" dan Yen Kung" Sukses Diikuti 1.500 Peserta
Minggu, 11 November 2018,
15:25 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Prosesi Upacara "Chau Tu" dan Yen Kung" oleh Yang Mulia (YM) Passang Rinpoche berjalan sukses dan khidmat diikuti antusiasme 1.500 peserta yang terdiri dari berbagai umat beragama di Vihara Dharma Satya, Denpasar Sabtu (10/11).
Humas Flourishing Buddhist Center (FBC) Bali, Sofyan mengatakan kesuksesan kegiatan tidak lepas dari kerja panitia yang bahu-membahu melayani peserta dari mulai persiapan acara hingga saat berlangsungnya kegiatan. Hal senada juga diungkapkan Anni Go selaku Ketua Panitia Acara. Menurutnya kerja sama dan niat yang sama untuk menyukseskan acara ini dari berbagai pihak seperti panitia, Yayasan Vihara Dharma Satya, para donatur dan relawan berbuah hasil yang sempurna.
"Doa atau Puja bersama ini bertujuan untuk kesejahteraan semua umat agar diberikan kesehatan dan sifatnya universal," ujar Ketua Pelaksana Harian Yayasan Vihara Dharma Satya Darvin Jimmy Tat atau Ang Ci Tat mewakili Ketua Umum Vihara Dharma Satya, Kasdi Taman.
Dimulai pukul 18.30 Wita, sebelum dilakukan Dhamma Talk atau pembahasan Dhamma, YM Passang Rinpoche datang disambut ribuan peserta. Jalannya dialog pun berlangsung menarik karena pertanyaan yang diajukan peserta dinilai bagus oleh YM Rinpoche.
Intinya, Ia menuturkan ajaran Budha adalah melatih welas asih untuk mencapai pencerahan atau kebijaksaan tertinggi yang dimulai dari diri sendiri dan bakti pada orang tua. "Kita harus sepenuhnya bakti dan hormat kepada orang tua karena jasa orang tua yang amat besar, tidak boleh menyakiti orang tua meski sedikit pun karena hormat pada orang tua kunci sukses hidup kita, saya jamin itu," kata Rinponche.
Hal ini sejalan dengan makna ritual dari kedua upacara yang dihelat saat itu yakni upacara Chau Tu yang merupakan upacara pelimpahan jasa, sebagai perwujudan cinta kasih kepada para leluhur, orang tua, dan almarhum keluarga yang sudah meninggal. Sedangkan, lewat Persembahan Yen Kung atau persembahan asap, ditujukan untuk membantu para mahluk yang tinggal di enam alam penderitaan, ketika kita bervisualisasi memberikan makanan pada para arwah di "alam peta" maka mereka akan mendapatkan makanan sesuai yang kita persembahkan.
"Kedua upacara itu dimaknai agar semua makhluk yang ada di dunia ini baik yang ada dan tidak ada hidup berbahagia," imbuh Sofyan.
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8489 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5831 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3655 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2483 Kali
05
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026