Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Aliran Dana Kasus Pembakaran Terungkap
BERITABALI.COM, BULELENG.
Pemeriksaan intensif yang dilakukan terhadap sembilan tersangka kasus pembakaran sejumlah Kantor Kepala Desa di Buleleng terkait proses Pilkada Buleleng, menguak adanya aliran dana untuk aksi tersebut. Namun, Sudarma alias Damot dan Wayan Artawa alias Tawok sebagai otak perencana membantah pengakuan tujuh eksekutor pembakaran.
Dari pengakuan ketujuh pelaku pembakaran, diantaranya Made Swadarmayasa alias Regog, Gede Semadi alias Dedut dan Kadek Artawan alias Dek Awan menyebutkan, setelah melakukan pertemuan dan merancanakan pembakaran, ketujuh pelaku diberikan uang sebesar enam ratus ribu rupiah.
Saya dijanjikan uang sebesar dua juta rupiah oleh Damot dan Aru diberikan enam ratus ribu rupiah. Sisanya dijanjikan setelah membakar kantor desa, ungkap para pelaku pembakaran dalam pemeriksaan di Mapolres Buleleng.
Dari pengakuan itu, polisi berusaha mengejar pengakuan dua otak perencana yang telah tertangkap, namun dari pengakuan Sudarma alias Damot dan Wayan Artawa alias Tawok, uang yang diberikan tersebut merupakan bagian dari kegiatan Pilkada. Uang yang diberikan untuk dukungan terhadap kandidat, bukan untuk biaya membakar kantor desa,ujar Damot dan Tawok dalam kesaksiannya.
Walaupun tidak ada pengakuan dari dua pelaku sebagai otak pembakaran, polisi kini masih melakukan pendalaman dengan menyusuri sumber dana tersebut yang diduga berasal dari Denpasar.
Reporter: bbn/sas
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 785 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan