Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Warga Resah Curiga Mengalami Flu Burung
BERITABALI.COM, BULELENG.
Merambahnya suspect Flu Burung membuat warga Buleleng resah. Bahkan ketika salah seorang warga Dusun Kelod Kauh, Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Made Susila mendadak dilarikan ke RSUD Buleleng.
Wargapun menjadi curiga terkena flu burung.Direktur RSUD Buleleng, dr. Nyoman Mardana menyebutkan, pasien atas nama Susila asal Desa Panji tersebut bukan pasien suspect flu burung.
ÂDia tidak pernah kontak dengan unggas, jadi bukan flu burung. Dan pasien masuk RS dengan keluhan kesemutan karena sakit diabetes komplikasi ginjal, jantung dan juga paru-paru, ungkap Marrdana.Pasien yang dirawat di ruang Jempring tersebut tidak terjangkit virus flu burung. Gejalanya memang sakit paru-paru, namun hasil observasi bukan gejala suspect flu burung. Apalagi, pasien tidak pernah kontak dengan unggas, tegas dr. Mardana.
Keresahan sejumlah warga akan terjangkitnya Flu Burung akhirnya terjawab. Dan awal masuknya pasien Susila ke RSUD Singaraja, dengan gejala mirip suspect flu burung membuat sejumlah warga desa Panji dan sekitarnya resah dan curiga.
" Ada informasi bahwa salah seorang warga kami positif flu burung, sehingga kita jadi khawatir, " ungkap seorang warga Panji.
Reporter: bbn/sas
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3870 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1982 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1838 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1746 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1532 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun