Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Olah Limbah Kakao Menjadi Pakan Ternak
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Berbagai persiapan dilakukan Subak Abian Pengunggahan di Dusun Gunung Sekar, Desa Mendoyo, Dauh Tukad untuk mengikuti lomba Subak Abian tingkat Provinsi Bali 2007. Wakil Jembrana tersebut mengolah limbah kakao untuk dijadikan pakan ternak.
Kelian Subak Abian Pengunggahan, I Ketut Sumantera, yang dikonfirmasi, Senin (3/9), pihaknya berusaha memanfaatkan nilai sisa tanaman kakao untuk dijadikan pakan ternak. Selama ini, terutama di musim kemarau, para peternak kesulitan memenuhi kebutuhan ternaknya akan rumput.
“ Kami mencoba membuat pakan ternak sendiri untuk mengantisipasi kendala pakan ternak ke depan, karena lambat laun persediaan rumput pasti habis. Dengan keberadaan pakan ternak olahan tanaman kakao ini, saya berharap peternak diringankan akan kendala yang dihadapi, †jelasnya.
Meski produksi pakan olahan tersebut masih terbatas, Sumantera akan terus berusaha meningkatkan produktivitas pakan ternak ini mengingat manfaatnya sangat besar. Namun demikian, produksi pakan ternak olahan ini bukanlah satu-satunya rutinitas Subak Abian Pangunggahan yang kini beranggotakan 147 krama subak.
“ Pengolahan minyak VCO juga menjadi kegiatan kami. Ini tidak terlepas dari tingginya produktivitas kelapa di sini. Selain kelapa, berbagai tanaman unggulan seperti cengkeh, kopi, panili, pala, juga terdapat di wilayah ini, †jelasnya.
Sementara itu, Tim Pembina Subak Abian Jembrana, I Gusti Ngurah Badrawan mengatakan pakan ternak olahan itu sangat bermanfaat. Hal tersebut juga telah dibuktikan dengan uji coba untuk memastikan kualitasnya.
Beberapa peternak di Desa Candikusuma, Yehembang, dan Gumbrih mengaku pakan ternak olahan ini layak dan sangat bermanfaat.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun