Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Pemkot Gelar Sidak Daging Impor
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Tim Pemantauan daging olahan kantor Peternakan Kota Denpasar yang bekerjasama dengan BP. POM dan Balai Karantina Hewan kelas I Ngurah Rai Senin, (24/09) mengadakan sidak ke sejumlah pasar swalayan terkemuka di Denpasar. Hasilnya, ratusan produk daging olahan asal negeri Cina dan Perancis berhasil diamankan.
Baca juga:
Lagi, Ratusan Kaleng Daging Impor Disita
Tim yang dipimpin Kasi Rumah Potong Hewan (RPH) Kantor Peternakan Denpasar Drh. Ngurah Sugiri pertama menyisir swalayan Tiara Dewata.
Ditempat ini, ternyata tim tidak menemukan daging impor tersebut. Menurut Operation Manager Tiara Dewata, Novie Setyo Utomo yang menerima kedatangan tim bahwa pihaknya sudah menarik barang tersebut lima hari yang lalu.
"Setelah mendengar di media massa bahwa daging impor asal Cina tersebut berbahaya, kami berinisitaif menarik barang tersebut dari counter, " kilah Novie Setyo Utomo. Tim hanya diberikan contoh barang yang telah ditarik dan saat ini sudah diamankan.
Novie mengaku hanya menjual dua jenis produk daging Cina yakni Egg Rolls With Pork Ma Ling dan Stewed Pork Chops Narcissus.
Sugiri meminta kepada pihak Tiara Dewata untuk tidak lagi menjual produk asal Cina yang masih endemi dengan penyakit mulut dan kuku, dan Perancis juga belum bebas dari penyakit Sapi Gila.
"Untuk itu, kami perlu mengambil langkah pengamanan untuk melindungi masyarakat, " katanya.
Rombongan tim juga menyisir swalayan Makro yang berlokasi di By Pass Ngurah Rai. Ditempat ini,
Tim berhasil mengamankan ratusan jenis produk daging olahan asal China dan Perancis. Setelah di cek, terdapat tiga item produk asal Cina yakni Pork Luncheon Meat sebanyak 93 kaleng, Pork sauges Brine 24 kaleng dan Ma Ling 48 kaleng, sedangkan produk Perancis yaitu Corned Beef Liberty sebanyak 253 kaleng.
"Kedepan kami juga akan terus melakukan pemantauan di lapangan, kasihan nanti masyarakat yang menjadi korban. Karena selain produk dari Cina dan Perancis, produk hewani dari Malaysia dan Filipina juga perlu diwaspadai, "pungkasnya.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3870 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1972 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1750 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1734 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1529 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun