Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Pemkot Gelar Sidak Daging Impor
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Tim Pemantauan daging olahan kantor Peternakan Kota Denpasar yang bekerjasama dengan BP. POM dan Balai Karantina Hewan kelas I Ngurah Rai Senin, (24/09) mengadakan sidak ke sejumlah pasar swalayan terkemuka di Denpasar. Hasilnya, ratusan produk daging olahan asal negeri Cina dan Perancis berhasil diamankan.
Baca juga:
Lagi, Ratusan Kaleng Daging Impor Disita
Tim yang dipimpin Kasi Rumah Potong Hewan (RPH) Kantor Peternakan Denpasar Drh. Ngurah Sugiri pertama menyisir swalayan Tiara Dewata.
Ditempat ini, ternyata tim tidak menemukan daging impor tersebut. Menurut Operation Manager Tiara Dewata, Novie Setyo Utomo yang menerima kedatangan tim bahwa pihaknya sudah menarik barang tersebut lima hari yang lalu.
"Setelah mendengar di media massa bahwa daging impor asal Cina tersebut berbahaya, kami berinisitaif menarik barang tersebut dari counter, " kilah Novie Setyo Utomo. Tim hanya diberikan contoh barang yang telah ditarik dan saat ini sudah diamankan.
Novie mengaku hanya menjual dua jenis produk daging Cina yakni Egg Rolls With Pork Ma Ling dan Stewed Pork Chops Narcissus.
Sugiri meminta kepada pihak Tiara Dewata untuk tidak lagi menjual produk asal Cina yang masih endemi dengan penyakit mulut dan kuku, dan Perancis juga belum bebas dari penyakit Sapi Gila.
"Untuk itu, kami perlu mengambil langkah pengamanan untuk melindungi masyarakat, " katanya.
Rombongan tim juga menyisir swalayan Makro yang berlokasi di By Pass Ngurah Rai. Ditempat ini,
Tim berhasil mengamankan ratusan jenis produk daging olahan asal China dan Perancis. Setelah di cek, terdapat tiga item produk asal Cina yakni Pork Luncheon Meat sebanyak 93 kaleng, Pork sauges Brine 24 kaleng dan Ma Ling 48 kaleng, sedangkan produk Perancis yaitu Corned Beef Liberty sebanyak 253 kaleng.
"Kedepan kami juga akan terus melakukan pemantauan di lapangan, kasihan nanti masyarakat yang menjadi korban. Karena selain produk dari Cina dan Perancis, produk hewani dari Malaysia dan Filipina juga perlu diwaspadai, "pungkasnya.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5888 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4617 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2586 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2230 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2206 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan