Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
Cok Krisna Siapkan Rp1 Miliar untuk Akses Pembebasan Lahan Sport Center Buleleng
BERITABALI.COM, BULELENG.
Rencana pembangunan Sport Center di Lingkungan Lumbanan, Kelurahan/Kecamatan Sukasada, Buleleng, kembali dibahas. Pengusaha asal Buleleng, I Gusti Ngurah Anom alias Cok Krisna, menyiapkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp1 miliar untuk mendukung proses pembebasan lahan akses menuju kawasan tersebut.
Pembahasan pembebasan lahan berlangsung bersama warga pemilik lahan di ruang rapat KONI Buleleng pada Kamis (10/9) malam. Pertemuan tersebut dipimpin Ketua Umum KONI Buleleng Gede Supriatna dan dihadiri Cok Krisna serta jajaran instansi terkait.
Dalam pertemuan itu, warga menyetujui langkah awal berupa survei, pengukuran, dan pemetaan lahan yang terdampak rencana pembangunan akses. Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan siapa saja pemilik lahan serta luas lahan yang nantinya dibutuhkan.
Dewan Kehormatan KONI Buleleng, I Ketut Wiratmaja, mengatakan akses menuju kawasan Sport Center diperkirakan memiliki panjang sekitar 650 meter. Lebar jalan yang sebelumnya direncanakan sekitar enam meter kini diusulkan menjadi 10 meter, dengan rincian delapan meter untuk badan jalan dan dua meter untuk kebutuhan jaringan drainase.
"Kami membutuhkan kepastian siapa yang terkena pembebasan lahan dan berapa luas lahannya. Nanti akan dilakukan pengukuran, setelah itu kita akan bicara soal tali kasih (ganti rugi) kepada warga," ujar Wiratmaja.
Wiratmaja mengatakan dana CSR Rp1 miliar dari Cok Krisna sebelumnya direncanakan untuk mendukung pembangunan sirkuit. Namun, dalam perkembangan pembahasan, dana tersebut disepakati untuk membantu proses pembebasan lahan akses menuju Sport Center Lumbanan.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Buleleng Gede Supriatna mengatakan Pemerintah Provinsi Bali telah menghibahkan lahan seluas 5,7 hektare di Lingkungan Lumbanan untuk pembangunan Sport Center.
Menurut Supriatna, persoalan akses menjadi salah satu kendala yang masih harus diselesaikan sebelum rencana pembangunan Sport Center tersebut dapat direalisasikan.
Pembahasan pembebasan lahan akses menuju lokasi Sport Center telah berlangsung sejak sekitar setahun lalu. Namun, proses tersebut belum menemukan titik terang sehingga KONI Buleleng kembali mendorong adanya komunikasi bersama warga pemilik lahan.
Supriatna berharap warga pemilik lahan dapat mendukung rencana pembangunan Sport Center Lumbanan. Selain memperkuat sarana olahraga, keberadaan fasilitas tersebut dinilai berpotensi mendorong aktivitas ekonomi di kawasan sekitar.
"Kami meminta dukungan warga pemilik lahan agar pembangunan ini terealisasi. Pembebasan lahannya dari CSR Cok Krisna, anggaran pembangunan sport centernya dari Pemkab Buleleng," jelas Supriatna.
Cok Krisna juga menegaskan komitmennya untuk mendukung pembangunan sarana olahraga di Buleleng. Ia berharap masyarakat tidak khawatir terhadap proses pembebasan lahan karena akses menuju Sport Center dinilai dapat membuka peluang aktivitas ekonomi baru di kawasan Lumbanan.
"Saya berjuang untuk Buleleng, apalagi untuk olahraga. Saya lahir di Buleleng. Jangan pesimis, harus optimistis," tegasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3309 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 779 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 717 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman