Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
Erupsi Semeru Tak Berdampak ke Jembrana
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur dipastikan tidak berdampak langsung terhadap wilayah Kabupaten Jembrana, Bali. Abu vulkanik dari erupsi tersebut tidak menyeberang ke Bali karena arah angin bergerak menjauh dari Pulau Dewata.
Berdasarkan pantauan citra satelit Himawari-9, sebaran abu vulkanik Gunung Semeru bergerak ke arah barat hingga barat laut. Kondisi tersebut membuat wilayah Jembrana, khususnya Bali bagian barat, tidak terdampak abu vulkanik.
Staf BMKG Stasiun Klimatologi Jembrana, Trayi Budi, mengatakan masyarakat Jembrana tidak perlu mengkhawatirkan dampak langsung erupsi Semeru. Arah pergerakan abu vulkanik tidak menuju wilayah Bali bagian barat.
"Pengaruh langsung ke Jembrana tidak ada. Abu vulkaniknya tidak sampai ke Bali karena angin membawanya ke arah barat dan barat laut," terang Trayi Budi saat ditemui di kantornya, Jumat (11/09/2026)
Meski abu vulkanik tidak mengarah ke Jembrana, BMKG tetap melakukan pemantauan terhadap kandungan sulfur dioksida (SO2) di udara. Kandungan tersebut perlu diperhatikan karena berpotensi memicu hujan asam apabila kawasan Jembrana mengalami hujan.
Sementara itu, kondisi cuaca mendung dan gerimis yang sempat terjadi di sejumlah wilayah Jembrana dalam beberapa hari terakhir dipastikan bukan dampak dari erupsi Gunung Semeru.
Trayi Budi menjelaskan kondisi tersebut berkaitan dengan faktor cuaca lokal, termasuk perlambatan angin dan penumpukan massa udara basah di sekitar Jawa Timur dan Bali.
"Kemarin ada perlambatan angin dan penumpukan massa udara basah di sekitar Jawa Timur dan Bali. Itu faktor lokal saja. Ke depan peluang hujan sangat kecil, cuaca dominan cerah berawan karena masih puncak kemarau," imbuhnya.
BMKG juga mengingatkan masyarakat pesisir Jembrana untuk lebih mewaspadai kondisi angin selama musim kemarau. Embusan angin kencang berpotensi memicu gelombang tinggi di wilayah perairan selatan Jembrana dan Selat Bali.
Peringatan tersebut terutama ditujukan kepada nelayan serta pengguna jasa pelayaran yang beraktivitas di perairan sekitar Jembrana agar memperhatikan perkembangan kondisi cuaca dan laut sebelum melakukan aktivitas.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3307 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 779 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 717 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman