Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 19 September 2026
Satu Bidan Harus Layani Dua Desa
BERITABALI.COM, BULELENG.
Pembangunan di bidang kesehatan secara merata di Kabupaten Buleleng nampaknya masih belum mampu dilakukan Pemkab Buleleng.
Masalahnya dikarenakan masih kurangnya tenaga bidan di Buleleng. Bahkan, satu orang bidan harus melayani dua sampai tiga desa dalam waktu yang sama.
Kurangnya tenaga bidan tersebut terlihat dari jumlah desa dan kelurahan di Buleleng. Dimana, dari 148 desa kelurahan hanya dilayani oleh 75 orang bidan, sehingga seorang bidan harus merangkap memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“ Mau tidak mau kita harus berupaya memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Sehingga, para bidan di Buleleng kita optimalkan disetiap desa maupun kelurahan, †ungkap Ketua Ikatan Bidan Indonesia, IBI Cabang Buleleng, Ketut Simpen.
Dari 148 desa dan kelurahan di Buleleng, beberapa wilayah yang jauh dari pusat desa belum mampu terjamah tenaga bidan secara maksimal.
kita masih memerlukan 73 tenaga bidan untuk ditempatkan di wilayah yang berada di pelosok Buleleng, †tegas Simpen.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Made Pustaka mengungkapkan, tenaga bidan masih diperlukan di beberapa desa di Buleleng. Dan untuk mengisi tenaga bidan tersebut akan diusulkan untuk penambahan tenaga bidan. †Kita mencoba mengusulkan ke Bupati dan kita tunggu saja dulu perkembangannya,†ungkapnya. (sas)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7643 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5624 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3526 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2384 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan