Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Anak Anjing Gigit Tiga Warga Jembrana

Jumat, 18 September 2026, 21:49 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Anak Anjing Gigit Tiga Warga Jembrana.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Kasus gigitan anjing kembali dilaporkan di Kabupaten Jembrana. Kali ini, seekor anak anjing berusia sekitar empat bulan menggigit tiga anggota keluarga di Lingkungan Anyar Sari, Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara.

Tiga korban masing-masing Ni Komang Ayu Siartini (42) serta dua anaknya, Conradus Febatan Tri Sandi (15) dan Dominika Sanyo Bayu (23).

Siartini menjadi korban pertama. Ia digigit anak anjing peliharaannya pada 8 September 2026 ketika sedang memandikan hewan tersebut. Gigitan mengenai jempol tangan kanan. Meski tidak menyebabkan darah keluar, gigitan tersebut meninggalkan goresan dan menimbulkan rasa sakit.

"Saat itu saya sedang memandikan anak anjing. Memang biasanya anjing mengigil saat dimandikan," kata Siartini, Jumat (18/9/2026).

Sebelum kejadian, Siartini mengaku melihat luka pada tubuh anak anjing tersebut. Luka itu diduga bekas gigitan, namun pihak keluarga belum mengetahui penyebabnya.

Anak anjing tersebut juga diketahui belum mendapatkan vaksinasi rabies. Sementara induknya telah mendapatkan vaksin rabies.

Dua Anak Ikut Digigit

Kasus gigitan berikutnya dialami Conradus Febatan Tri Sandi pada 12 September 2026. Sandi digigit pada bagian jempol tangan kiri hingga mengalami luka dan mengeluarkan darah. Saat kejadian, Sandi sedang berusaha mencari kutu pada tubuh anak anjing tersebut.

Sehari berselang, giliran Dominika Sanyo Bayu yang mengalami gigitan. Bayu terluka pada bagian siku tangan kiri ketika hendak memindahkan anak anjing tersebut.

Dengan adanya tiga anggota keluarga yang menjadi korban gigitan, pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada petugas. Pada 14 September 2026, petugas mengambil sampel otak anak anjing tersebut untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Sampel Anak Anjing Diperiksa

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, membenarkan adanya laporan gigitan tersebut.

Menurutnya, laporan telah diterima dan langsung ditindaklanjuti oleh petugas terkait. Anak anjing yang menggigit tiga anggota keluarga tersebut menjadi perhatian karena belum mendapatkan vaksinasi rabies. Hasil pemeriksaan terhadap sampel otak anjing akan menjadi salah satu dasar dalam menentukan penanganan selanjutnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/jbr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami