Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 24 Juni 2026
Tulikup Nyatakan Kebulatan Tekad Dukung AS
Tulikup
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Ratusan warga masyarakat Banjar Pande Tulikup, menyatakan kebulatan tekad mendukung kandidat Cabup dari Koalisi Rakyat Gianyar (KRG), Ir Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati Msi,
alias Tjok Ace dan Dewa Made Sutanaya SH (AS). Hal itu disampaikan langsung ketika paket AS memenuhi undangan warga setempat.
Mendampingi Tjok Ace, Ketua Tim Sukses KRG Dauh Wijana, dan Tjok Budi Suryawan ikut berkunjung ke banjar tersebut untuk memenuhi undangan masyarakat setempat, Kamis (18/10).
Sekedar diketahui bahwa Tulikup merupakan desa yang sebagian besar warga masyarakatnya menggantungkan penghasilannya sebagai perajin batu bata dengan cara tradisional.
Potensi Tulikup sendiri sangat besar untuk bisa tumbuh lebih baik lagi melalui program pembinaan dan penguatan modal. Yakni, salah satunya dengan ekspansi usaha ke bidang keramik dan sejenisnya sehingga memiliki sinergi dengan bidang pariwisata.
Masyarakat kemudian membuat pernyataan kebulatan tekad mendukung dan mensukseskan AS. Kebulatan tekad ini disampaikan lamgsung oleh Prajuru Adat Br. Pande Tulikup, I Wayan Muka, mewakili masyarakat setempat.
Kami mewakili warga masyarakat Br Pande menyampaikan kebulatan tekad untuk mendukung Tjokorda Ace Sutanaya dalam memenangkan Pilkada Gianyar. Karena kami ingin kondisi Gianyar menjadi lebih baik, ujar Wayan Muka.
Menanggapi hal itu, Tjok Ace Sutanaya hanya bisa menyampaikan rasa terima kasihnya. Selain itu, calon bupati wakil bupati dari KRG tersebut juga meminta doa restu agar bisa memperjuangkan amanat dari rakyat.
Kami mengikuti Pilkada ini karena merupakan panggilan hati nurani. Karena itu, mohon doa restunya, kata Tjok Ace singkat.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun