Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 3 Oktober 2026
Gerakan Anti Pedofilia Harus Digaungkan
BERITABALI.COM, BULELENG.
Gerakan Anti Pedofilia harus digaungkan secara terus menerus untuk mencegah para pidofilie menjadikan Bali sebagai target dalam operasinya didalam melakukan pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur.
Dalam sepuluh tahun terakhir di Bali, beberapa kasus pelecehan seksual anak dibawah umur yang dilakukan para kaum pidofilie satu persatu mulai terkuak dan ditanggani secara hukum, namun ancaman itu justru menyeruak dan masih kerap terjadi, sehingga diperlukan kewaspadaan secara bersama.
Salah satu upaya untuk mengingatkan Bahaya Pedofilia kepada masyarakat melalui Pameran Photo Anti Pedofilia yang digelar Committee Against Sexual Abuse disingkat CASA bersama Komunitas Jurnalis Buleleng dan 104,6 Guntur FM di Musium Buleleng, Kompleks Sasana Budaya Singaraja yang dibuka Kamis (8/11) pagi oleh Bupati Buleleng, Putu Bagiada bersama Kapolres Buleleng, Setyo Dwiantoro serta dihadiri Presiden CASA, LK Suryani.
Bupati Bagiada mengungkapkan, Gerakan Anti Pedofilia harus digaungkan untuk melindungi para generasi muda agar mampu tumbuh dengan normal dan tidak menjadi korban kekerasan atau pelecehan seksual yang dilakukan para pedofilie.
Bagaimana kita mampu memberikan gambaran melalui pameran photo ini untuk menghindari bahaya pedofilia tersebut, dan kegiatan ini sangat positif sehingga harus digaungkan terus menerus,ungkap Bagiada.
Kapolres Setyo Dwiantoro mengatakan, Gerakan Anti Pedofilia harus dilakukan secara bersama sebagai upaya perlawanan dan penegakan secara hukum, sehingga dengan komitmen bersama tersebut mampu memberikan pengertian kepada masyarakat akan bahaya Pedofilia. Aksi ini harus dilakukan secara bersama, sehingga memberikan hasil maksimal, paparnya.
President CASA, Luh Ketut Suryani menegaskan, di masyarakat sendiri belum ada pemahaman secara bersama terkait Pedofilia tersebut, sehingga diperlukan berbagai terobosan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan seluruh komponen masyarakat.
Kami ingin perlu ada workshop kembali, sebab dalam tahun terakhir ada pemahaman yang berbeda terhadap trauma yang dialami korban pelecehan seksual. Sehingga dari pemahaman kembali melalui kegiatan workshop, akan ada satu komitmen untuk memerangi pedofilia, papar LK. Suryani.
Koordinator Kegiatan Pemeran Photo Anti Pedofilia, I Gusti Ngurah Alit Kertharahardja dan Ketut Wiratmaja mengungkapkan, dalam kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak awal untuk melangkah ke kegiatan selanjutnya dalam memerangi bahaya pedofilia bagi generasi muda di Buleleng.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1085 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 418 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 374 Kali
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 334 Kali
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 277 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar