Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 13 Juni 2026
Berwisata ke Monumen Perjuangan Rakyat Bali
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Berbagai cara bisa dilakukan untuk mengenang perjuangan para pahlawan merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Di Denpasar Bali sejak tahun 2000 lalu telah berdiri sebuah monumen perjuangan rakyat Bali.
Kini monumen ini menjadi salah satu obyek wisata yang sering dikunjungi wisatawan domestik maupun asing.
Monumen Perjuangan Rakyat Bali ini terletak di kawasan civic center Renon Denpasar. Untuk bisa masuk ke tempat ini, setiap pengunjung dewasa dikenakan tiket masuk sebesar 2 ribu rupiah, sementara anak-anak dipungut tiket masuk seribu rupiah.
Di monumen ini, pengunjung dapat melihat 17 diorama perjuangan rakyat Bali saat merebut dan mempertahankan kemerdekaan mulai jaman kerajaan hingga jaman para pejuang setelah proklamasi kemerdekaan 1945.
Di jaman kerajaan, pengunjung dapat melihat diorama beberapa pertempuran heroik menentang penjajah seperti Perang Jagaraga di Buleleng, perang Puputan (sampai mati) Badung, hingga perang Puputan Klungkung.
Sementara di jaman pasca proklamasi kemerdekaan, pengunjung dapat melihat beberapa diorama pertempuran mempertahankan kemerdekaan seperti pertempuran di Pelabuhan Buleleng, pertempuran malam hari di Selat Bali, hingga pertempuran Puputan Margarana di bawah pimpinan I Gusti Ngurah Rai.
Setiap harinya tempat ini dikunjungi seratus hingga 150 pengunjung. Pengunjung yang datang tak hanya dari Bali, tapi juga dari daerah lain di Indonesia dan turis mancanegara, kata Kepala Monumen ini, Ketut Naria.
Monumen Perjuangan Rakyat Bali ini mulai dibangun tahun 1988 dan selesai tahun 2000 lalu. Monumen kebanggaan rakyat Bali ini kemudian diresmikan mantan Presiden Megawati Sukarnoputri tahun 2003 lalu.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli