Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Bali Selatan Potensi Puting Beliung
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Wilayah III Denpasar, mengingatkan wilayah Bali selatan seperti Badung, Denpasar dan Gianyar potensial munculnya angin puting beliung.
Menurut Saifudin, dari Bagian Pelayanan Jasa Meteorologi, ketika dihubungi Minggu (11/11) pagi, munculnya angin puting beliung ditandai dengan terbentuknya awan cumulunimbus (CB) yang bentuknya menjulang tinggi dengan dasarnya hitam pekat.
Alat di sini (BMG red.) memang tidak bisa mempredikasi terjadinya puting beliung, namun hari ini memang cuacanya berpotensi, hal ini terlihat dari adanya awan CB,jelas Saifudin.
"Dengan adanya awan CB, maka sangat mungkin munculnya angin puting beliung. Bahkan, biasanya disertai dengan petir," lanjut Saifudin. Berdasarkan citra satelit yang ada di kantor BMG Denpasar, hampir seluruh wilayah Bali selatan muncul awan jenis CB. Makanya, ujar dia,
masyarakat dan pemerintah daerah di wilayah setempat harus mewaspadai datangnya angin puting beliung.
Ketika ditanya apakah cuaca seperti hari ini akan terus berlanjut, Saifudin menyampaikan bahwa cuaca berpotensi puting beliung hanya sampai siang hari, Untuk besok masih berpeluang hujan, namun hanya di pagi hari, ujarnya.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3878 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2433 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1934 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1793 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun