Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Coba Kabur, Pembantai Anak Diborgol Satpam
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Nengah Budiana, yang membantai anaknya I Putu Darma Putra (7) hingga tewas, Senin (19/11), mencoba kabur dari RSUP Sanglah. Namun aksinya dipergoki satpam yang menerima laporan dari perawat kamar MS 203. Satpam langsung memborgolnya dan mengawasi dengan ketat.
Sebenarnya, Senin pagi, Nengah Budiana, sudah diperbolehkan pulang. Namun setelah diperiksa ulang oleh tim psikiater, psikis Nengah Budiana belum labil. Sehingga perawat memerlukan waktu tambahan lebih kurang 3 hari lagi merawat luka dan psikis Nengah Budiana.
Guna memberikan percepatan kesembuhan, perawat mengijinkan Nengah Budiana berjalan-jalan tapi khusus di areal perawatan kamar MS 203 di lantai dua. Entah disengaja ataukah memang kebablasan, Nengah Budiana, turun ke lantai dua tanpa ditemani keluarga atau perawat. Nengah Budiana yang membantai anaknya hingga tewas, menuju lantai satu keluar dari UGD Sanglah.
Beruntung pada saat itu, satpam menangkapnya. Satpan cepat bergerak setelah menerima laporan dari perawat. Akibatnya, Nengah Budiana langsung diborgol dan digiring ke lantai dua.
Akan tetapi, hal itu dibantah Kapolsek Kuta Utara AKP IB Mantra. Dikatakannya, memang benar, perawat mengijinkan Nengah Budiana jalan-jalan diseputar kamar ditempatnya dirawat. Tetapi, perawat jadi kalang kabut karena tidak melihat Nengah Budiana diseputar kamar dan langsung melaporkan ke satpam.
Dia ditemukan ada di lantai dua dan langsung dibawa dengan tangan diborgol,jelas Kapolsek.
Lantas bagaimana dengan hasil otopsi? Menurutnya, hasil otopsi tim medis, korban I Putu Darma Putra mengalami 3 luka robek dibagian pinggang kiri dan kanan dan perut. Ini menunjukkan betapa kalapnya Nengah Budiana membunuh anak kandungnya sendiri dengan parang. Berbeda dengan keterangan Nengah Budiana sebelumnya yang menyatakan, dia hanya sekali menusuk anaknya.
Hati korban tergores, nadi besar di perut robek, itu yang menyebabkan korban tewas, ungkapnya.
Kapolsek mengatakan, sejauh ini polisi merencanakan akan melihat kondisi Nengah Budiana yang dirawat di RSUP Sanglah. Bila dalam tiga hari diperolehkan pulang, penyidik akan menempatkan Nengah Budiana di RS Trijata agar kesehatan dan psikisnya pulih dan sekaligus terjaga keamanannya.
Kita melihat kesembuhan luka dalam tahap penyembuhan dulu di RSUP Sanglah. Kalu memungkinkan, kita rawat di RS Trijata Polda, tandasnya.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5904 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2594 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan