Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Coba Kabur, Pembantai Anak Diborgol Satpam

Senin, 19 November 2007, 19:56 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Nengah Budiana, yang membantai anaknya I Putu Darma Putra (7) hingga tewas, Senin (19/11), mencoba kabur dari RSUP Sanglah. Namun aksinya dipergoki satpam yang menerima laporan dari perawat kamar MS 203. Satpam langsung memborgolnya dan mengawasi dengan ketat.

 


Sebenarnya, Senin pagi, Nengah Budiana, sudah diperbolehkan pulang. Namun setelah diperiksa ulang oleh tim psikiater, psikis Nengah Budiana belum labil. Sehingga perawat memerlukan waktu tambahan lebih kurang 3 hari lagi merawat luka dan psikis Nengah Budiana.


Guna memberikan percepatan kesembuhan, perawat mengijinkan Nengah Budiana berjalan-jalan tapi khusus di areal perawatan kamar MS 203 di lantai dua. Entah disengaja ataukah memang kebablasan, Nengah Budiana, turun ke lantai dua tanpa ditemani keluarga atau perawat. Nengah Budiana yang membantai anaknya hingga tewas, menuju lantai satu keluar dari UGD Sanglah.



Beruntung pada saat itu, satpam menangkapnya. Satpan cepat bergerak setelah menerima laporan dari perawat. Akibatnya, Nengah Budiana langsung diborgol dan digiring ke lantai dua.
Akan tetapi, hal itu dibantah Kapolsek Kuta Utara AKP IB Mantra. Dikatakannya, memang benar, perawat mengijinkan Nengah Budiana jalan-jalan diseputar kamar ditempatnya dirawat. Tetapi, perawat jadi kalang kabut karena tidak melihat Nengah Budiana diseputar kamar dan langsung melaporkan ke satpam.
Dia ditemukan ada di lantai dua dan langsung dibawa dengan tangan diborgol,jelas Kapolsek.

Lantas bagaimana dengan hasil otopsi? Menurutnya, hasil otopsi tim medis, korban I Putu Darma Putra mengalami 3 luka robek dibagian pinggang kiri dan kanan dan perut. Ini menunjukkan betapa kalapnya Nengah Budiana membunuh anak kandungnya sendiri dengan parang. Berbeda dengan keterangan Nengah Budiana sebelumnya yang menyatakan, dia hanya sekali menusuk anaknya.
Hati korban tergores, nadi besar di perut robek, itu yang menyebabkan korban tewas, ungkapnya.



Kapolsek mengatakan, sejauh ini polisi merencanakan akan melihat kondisi Nengah Budiana yang dirawat di RSUP Sanglah. Bila dalam tiga hari diperolehkan pulang, penyidik akan menempatkan Nengah Budiana di RS Trijata agar kesehatan dan psikisnya pulih dan sekaligus terjaga keamanannya.

Kita melihat kesembuhan luka dalam tahap penyembuhan dulu di RSUP Sanglah. Kalu memungkinkan, kita rawat di RS Trijata Polda, tandasnya. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami