Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Cegah HIV-AIDS, KPA Gandeng Guru SMA/SMP

Selasa, 4 Desember 2007, 12:11 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com/ilustrasi

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Tingginya kasus HIV/AIDS yang ditemukan di Kota Denpasar mengundang keprihatinan Ketua KPA (Komisi Penanggulangan Aids) Kota Denpasar Drs. Nyoman Aryana. Berdasarkan Estimasi tahun 2006/2007 di Kota Denpasar diperkirakan terdapat 1969 orang dengan HIV/Aids (Odha).

 

Virus penyakit ini menyerang kelompok umur yang sangat produktif yakni usia 15-49 tahun. Keprihatinan Ketua KPA Kota Denpasar ini disampaikan oleh Ketua Harian KPA Kota Denpasar dr. Sri Armini ketika membuka pelatihan tutor Guru Pembina KSPAN (Kelompok Siswa Peduli Aids dan Narkoba) Kota Denpasar di Dinas Kesehatan Kota Denpasar, Selasa (4/12).

Menurut dr. Sri Armini untuk kasus HIV/Aids di Kota Denpasar sudah tercatat yang positif mencapai 823 kasus, terdiri dari 570 kasus HIV dan 253 kasus AIDS. Jumlah ini bisa lebih besar karena banyak penderita yang malu untuk memeriksakan dirinya ke dokter. Para penderita cendrung menyembunyikan penyakitnya.

“Hal ini harus segera dicegah. Kasihan generasi muda yang semakin banyak terkena penyakit yang mematikan ini,” tegas Nyoman Aryana seperti disampaikan dr. Sri Armini . Pihaknya juga terus melakukan kegiatan penemuan kasus sesuai dengan prosedur baku melalui konseling sukarela dan testing.

Untuk mencegah secara dini penyebaran penyakit ini Komisi penanggulangan AIDS (KPA) Denpasar menggandeng Guru-Guru SMA/SMP se-Kota Denpasar yang tergabung dalam Forum Guru Pembina Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN).

“Sengaja kami libatkan para guru untuk ikut mencegah secara dini penularan HIV/AIDS ini. Karena penularan penyakit ini biasanya melalui pergaulan dan hubungan seks yang bebas,” ujar Sekkot Denpasar ini. Menurutnya dengan dilibatkan para guru akan lebih cepat penyampaian informasi kepada anak-anak di sekolah-sekolah.

Diakui untuk menekan munculnya virus ini diperlukan kerja keras dan kerjasama dengan semua pihak baik pemerintah, sekolah dan masyarakat. KPA Denpasar selaku Komisi yang ditugaskan untuk memantau kasus HIV/AIDS kata Aryana telah melakukan berbagai kegiatan untuk menekan timbulnya kasus HIV/AIDS di Denpasar.

 

Diantaranya adalah mengadakan penyuluhan kesekolah-sekolah, memberikan bantuan rehabilitasi kepada para penderita. Sementara itu Ketua panitia Drs. IGN Lanang Jelantik mengatakan kegiatan pelatihan tutor guru pembinan KSPAN diikuti 86 guru SMA/SMP se-Kota Denpasar berlangsung dari tanggal 4-7 Desember mendatang.

Materi yang diberikan meliputi pengetahuan tentang penyakit HIV/AIDS, Kesehatan Reproduksi dan pendidikan Sebaya, sementara narasumber yang dihadirkan adalah dr. Mangku Karmaya, dr. Tuti Parwati, dr. Partha Muliawan dan dr. Oka Negara (ctg).

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami