Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 16 September 2026
Pengunjung Kafe Dianiaya
Baktiseraga
BERITABALI.COM, BULELENG.
Seorang pengunjung kafe di Kedai Bungbung yang berlokasi di Jalan Srikandi Singaraja dianiaya pengaman kafe akibat ketersinggungan seorang waiter atas ulah yang dilakukan korban.
Ingin menikmati keremangan malam dengan menikmati minuman berupa bir, Putu Wira Bhuana, PHL pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng dianiaya pengaman Kedai Bungbung,
Kadek Sukiada alias Kadek Guci, sehingga Jumat (21/12) pagi kasus tersebut dilaporkan ke Mapolres Buleleng.
Perwira Humas Polres Buleleng, Khaidar Latief mengungkapkan, aksi penganiayaan yang dilakukan pelaku berawal saat korban Wira Bhuana memesan empat botol bir dan habis diminum,
selanjutnya korban memesan bir sebanyak empat botol, “ bir yang dipesan terakhir tidak diminum namun dituangkan diatas meja hingga membuat Waiter Kadai Bungbung, Deblug tersinggung sehingga terjadi keributan,†ungkapnya.
“dari keributan itulah menyebabkan pelaku Kadek Sukiada alias Kadek Guci mendekati
meja tempat korban berada dan tanpa basa basi langsung memukul korban bertubi-tubi, “ papar Khaisar Latief.
Dari peristiwa penganiayaan tersebut, korban Putu Wira Bhuana yang beralamat di Kelurahan Banjar Tegal Singaraja mengalami luka memar dan luka robek pada bagian mulut, sehingga kasus tersebut dilaporkan ke polisi. (sas)
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5489 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3474 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2310 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1114 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan