Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 15 Agustus 2026
Truk Pasir Terguling Nyaris Masuk Jurang
BERITABALI.COM, BULELENG.
Sebuah truk bermuatan pasir di lintasan Jalan Singaraja Pancasari, tepatnya di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, pagi tadi terguling setelah tergelincir akibat jalan yang licin karena guyuran hujan.
“Karena jalannya naik dan licin akibat hujan, ban truk tergelincir dan akhirnya truk terguling nyaris masuk jurang. Syukurnya saya selamat dan tidak ada korban jiwa,“ ungkap Nyoman Oka, pengemudi truk.
Sejumlah warga yang melihat peristiwa itu langsung berupaya memberikan bantuan seadanya dengan mengumpulkan pasir yang memenuhi ruas jalan Singaraja Pancasari.
“Ya kita bawa ke pinggir, biar jalan tidak macet dan licin,“ ungkap seorang warga.
Menurut sejumlah saksi mata, truk yang dikemudikan Nyoman Oka tengah membawa pasir yang dipesan Wayan Maria.
“Saat menuju pekarangan rumah milik Maria, tiba-tiba ban belakang truk tergelincir. Mengalami kondisi tersebut Oka berupa menyelamatkan diri dan truknya nyaris masuk jurang,“ cerita sejumlah warga.
Dalam peristiwa 'out of control' itu, tidak mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, pengendara truk Nyoman Oka berhasil menyelamatkan diri. Sedangkan truk yang dikendarainya, sebagian badannya telah masuk ke tepian jurang dan ditahan oleh sejumlah pepohonan.
Reporter: bbn/sas
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4532 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2343 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1995 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1605 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1048 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun