Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 10 Mei 2026
Tersangka En, DPO Lama Lapas Kerobokan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Identitas tersangka En yang belakangan bernama Wahyu Efendi, satu dari empat preman yang ditangkap polisi yang terlibat kasus pembunuhan di Deejay Café, mulai terbongkar. Sejak tahun 2007, tersangka En ternyata sudah masuk daftar pencaharian orang (DPO) pihak Lapas Kerobokan.
Tersangka En masuk Lapas Kerobokan, setelah divonis belasan tahun di Pengadilan Negeri Denpasar. Tersangka berbadan tegap penuh tatto ini bersama teman-temannya, terbukti membunuh dua anggota Korem Wirasatya di bekas Karaoke Denpasar Moon Jalan PB Sudirman Denpasar.
Setelah menjalani 2/3 masa penahanan di Lapas Kerobokan, tahun 2007, entah bagaimana, tersangka En berhasil kabur. Sejumlah sipir Lapas Kerobokan bungkam dan berkelit, menyusul kaburnya tersangka En dari tahanan. Sehingga lapas Kerobokan mengeluarkan daftar DPO terhadap tersangka En dan melaporkannya ke Poltabes Denpasar.
Sangat mengherankan, kurun waktu setahun tidak ada yang berani menangkap tersangka En. Padahal petugas Lapas Kerobokan dan Poltabes Denpasar, telah mengantongi identitas tersangka En. Justru, petugas aparat kepolisian sering bertemu dengan tersangka En disejumlah tempat hiburan malam.
“Dia (tersangka En) ternyata sudah di DPO Lapas Kerobokan tahun 2007 lalu. Baru tertangkap setelah kasus pembunuhan Deejay Café,”jelas sumber Poltabes Denpasar.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 919 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 769 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 582 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 547 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik