Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Warga Desa Adat Kuta Mecaru
BERITABALI.COM, BADUNG.
Satu minggu pasca bentrokan berdarah yang mengakibatkan 2 satpam Deeejay Kuta tewas, masyarakat Desa Adat Kuta hari ini mengelar upacara pecaruan. Upacara ini bertujuan untuk mensucikan wilayah Kuta, yang sebelumnya dianggap “leteh” atau kotor akibat aksi pembunuhan berdarah ini.
Upacara pecaruan, atau ritual kurban untuk menetralisir roh jahat ini, digelar di areal parkir, depan Deejay café, Jalan Kartika Plaza Kuta. Upacara ini diikuti ratusan warga Desa Adat Kuta, dipimpin seorang pedanda atau pendeta Hindu.
Dalam upacara ini warga mempersembahkan berbagai sesajen pecaruan, sesajen khusus untuk menetralisir berbagai pengaruh negatif. Di sekitar lokasi pembunuhan, yakni di Gang Kingkong depan Deejay Café, warga juga memerciki tirta atau air suci, guna membersihkan daerah itu dari pengaruh roh-roh jahat.
“Upacara pecaruan ini sengaja digelar di lokasi pembunuhan berdarah ini agar tempat ini kembali normal seperti semula. Kami percaya, setelah diupacarai tempat ini akan kembali seperti sebelumnya, tidak menjadi daerah angker serta tidak kotor setelah dibasahi darah korban pembunuhan sadis satu Januari lalu,” jelas Bendesa Adat Kuta, Gusti Ngurah Sudira.
Pembunuhan berdarah di Deejay Café, satu Januari lalu menewaskan dua security Deejay Café, Budi dan Kayun. Mereka tewas terbunuh setelah bentrok dengan belasan preman bersenjata tajam, saat mengamankan perayaan tahun baru. Sementara dua rekan mereka berhasil lolos dengan luka parah akibat bacokan senjata tajam.
Reporter: bbn/gus
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5920 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4640 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2610 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2266 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan