Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Warga Desa Adat Kuta Mecaru

Selasa, 8 Januari 2008, 16:56 WITA Follow
Beritabali.com

image.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Satu minggu pasca bentrokan berdarah yang mengakibatkan 2 satpam Deeejay Kuta tewas, masyarakat Desa Adat Kuta hari ini mengelar upacara pecaruan. Upacara ini bertujuan untuk mensucikan wilayah Kuta, yang sebelumnya dianggap “leteh” atau kotor akibat aksi pembunuhan berdarah ini.

Upacara pecaruan, atau ritual kurban untuk menetralisir roh jahat ini, digelar di areal parkir, depan Deejay café, Jalan Kartika Plaza Kuta. Upacara ini diikuti ratusan warga Desa Adat Kuta, dipimpin seorang pedanda atau pendeta Hindu.

Dalam upacara ini warga mempersembahkan berbagai sesajen pecaruan, sesajen khusus untuk menetralisir berbagai pengaruh negatif. Di sekitar lokasi pembunuhan, yakni di Gang Kingkong depan Deejay Café, warga juga memerciki tirta atau air suci, guna membersihkan daerah itu dari pengaruh roh-roh jahat.

 

“Upacara pecaruan ini sengaja digelar di lokasi pembunuhan berdarah ini agar tempat ini kembali normal seperti semula. Kami percaya, setelah diupacarai tempat ini akan kembali seperti sebelumnya, tidak menjadi daerah angker serta tidak kotor setelah dibasahi darah korban pembunuhan sadis satu Januari lalu,” jelas Bendesa Adat Kuta, Gusti Ngurah Sudira.

Pembunuhan berdarah di Deejay Café, satu Januari lalu menewaskan dua security Deejay Café, Budi dan Kayun. Mereka tewas terbunuh setelah bentrok dengan belasan preman bersenjata tajam, saat mengamankan perayaan tahun baru. Sementara dua rekan mereka berhasil lolos dengan luka parah akibat bacokan senjata tajam.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/gus



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami