Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Ukuran Mengecil, Harga Meningkat
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kenaikan harga kedelai disiasati para pembuat tahu dan tempe di Denpasar Bali. Agar dapat bertahan, mereka terpaksa mengubah ukuran tahu tempe mereka menjadi semakin kecil. Tidak hanya memperkecil ukurannya, harga jual untuk para konsumen juga ikut dinaikkan.
Salah satu pembuat tahu tempe yang bertahan dengan strategi ini adalah Tugiono, pembuat tahu tempe di jalan Kebo Iwa Denpasar Bali.Agar dapat tetap berproduksi, Tugiono harus mengurangi produksinya lantaran kekurangan modal. Modal yang dimilikinya tidak cukup untuk membeli bahan baku kedelai yang terus meroket.
Harga kedelai di Bali kini mencapai Rp 8 ribu per kilogramnya dari harga semula Rp 3500 per kilo. Kenaikan ini otomatis membuat harga tahu tempe meningkat.“Untuk 1 bungkus tempe yang sebelumnya 800 Rupiah kini naik menjadi Rp 1300 per bungkus, sedangkan untuk tahu dari harga Rp 1000 per lima potong kini menjadi Rp 1000 per 3 potongnya,” jelas Tugiono.
Tugiono dan para pembuat tahu dan tempe di Bali lainnya kini hanya bisa berharap agar pemerintah segera menurunkan harga kedelai. Jika kenaikan harga kedelai ini tidak diatasi segera, maka akan banyak para pembuat tahu dan tempe yang akan tutup alias bangkrut. (ags)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4638 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2602 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2258 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan