Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Berimbas Pada Realisasi PAD
Singaraja
BERITABALI.COM, BULELENG.
Tunggakan hutang Asuransi Kesehatan atau Askes di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buleleng memberikan imbas negetif pada realisasi pencapaian Pendapatan Asli Daerah atau PAD Buleleng.
Kenyataan itu terlihat dari Realisasi Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Buleleng tahun 2007, dimana dari target sebesar 40 Milyar lebih, hanya mampu direalisasikan mencapai 37 Milyar lebih atau 93,78%.
“Bila saja tunggakan Askes sebesar 4,5 Milyar terbayarkan di RSUD Buleleng, pencapain target PAD Buleleng 2007 akan melampaui target,“ ungkap Kepala Dinas Pendapatan Daerah, Dispenda Kabupaten Buleleng, Nyoman Pastika, Jumat (18/1) di Dispenda Buleleng.
Selain tunggakan pada Askes di RSUD Kabupaten Buleleng sebesar 4,5 Milyar, pencapaian realisasi PAD juga dipengaruhi sejumlah pos yang tidak mencapai target, seperti Retribusi Penggantian Biaya KTP dan Akte Catatan Sipil yang hanya tercapai 24,22%.
“Dari evaluasi terhadap sejumlah pos pajak dan retribusi sebagai sumber PAD Buleleng tahun 2007, dalam perencanaan PAD 2008 mengalami peningkatan target PAD sebesar 44 Milyar lebih,“ ungkap Pastika.
Sementara, dari Realisasi Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Buleleng tahun 2007 tercatat pemenuhan target pada Pos Hasil Pajak Daerah mencapai 107,99%, Retribusi Perizinan Tertentu mencapai 128,03%, Pos Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah mencapai 103,56%, serta Pos Fasilitas Sosial dan Fasilitas Umum mencapai 108,12%.
Sedangkan Pos PAD Buleleng yang tidak memenuhi target pada tahun 2007 diantaranya, Hasil Retribusi Daerah hanya mencapai 83,96%, Retribusi Jasa Usaha mencapai 91,83%, Pos Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan mencapai 98,48% dan Pos Dana Perimbangan mencapai 96,37%. (sas)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun