Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 12 Juni 2026
Panggil Leluhur Lewat Kentongan Bambu
Selat
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Karangasem ternyata kaya akan tradisi unik. Jumat (25/1) malam, para krama Desa Adar Sukaluwih, Kecamatan Selat, Karangasem bakal melakukan tradisi 'ngoncang' atau tradisi memukul kentongan bambu keliling desa. Ritual ini diyakini warga untuk memanggil para leluhur yang telah diaben (dikremasi, red).
Tradisi ngoncang ini merupakan tradisi turun-temurun yang dilakukan oleh para krama desa. Tradisi ini memakai sarana kentongan atau kulkul bambu, dan dipukul sesuai irama, yang telah diatur oleh anggota sekaa ngoncang.
Baca juga:
Perusahaan Baim Wong Daftarkan Merek
Ngoncang, dilakukan lebih dari tiga puluh orang, per kelompok. Dalam satu desa biasanya dibentuk lebih dari lima sekaa oncang-oncangan. Tradisi ini dilakukan saat tengah malam, diarak keliling desa, hingga ke desa tetangga.Kelian sekaa oncang-oncangan, Wayan Agus, mengatakan, tradisi ngoncang merupakan warisan leluhur yang dilakukan setelah ngusaba Pura Dalem Puri, di Besakih, dan menjelang ngusaba dodol di Desa Amerta Bhuana. (psk)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli