Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
Panggil Leluhur Lewat Kentongan Bambu
Selat
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Karangasem ternyata kaya akan tradisi unik. Jumat (25/1) malam, para krama Desa Adar Sukaluwih, Kecamatan Selat, Karangasem bakal melakukan tradisi 'ngoncang' atau tradisi memukul kentongan bambu keliling desa. Ritual ini diyakini warga untuk memanggil para leluhur yang telah diaben (dikremasi, red).
Tradisi ngoncang ini merupakan tradisi turun-temurun yang dilakukan oleh para krama desa. Tradisi ini memakai sarana kentongan atau kulkul bambu, dan dipukul sesuai irama, yang telah diatur oleh anggota sekaa ngoncang.
Baca juga:
Perusahaan Baim Wong Daftarkan Merek
Ngoncang, dilakukan lebih dari tiga puluh orang, per kelompok. Dalam satu desa biasanya dibentuk lebih dari lima sekaa oncang-oncangan. Tradisi ini dilakukan saat tengah malam, diarak keliling desa, hingga ke desa tetangga.Kelian sekaa oncang-oncangan, Wayan Agus, mengatakan, tradisi ngoncang merupakan warisan leluhur yang dilakukan setelah ngusaba Pura Dalem Puri, di Besakih, dan menjelang ngusaba dodol di Desa Amerta Bhuana. (psk)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3312 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 782 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 724 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman