Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Penanganan Kasus Libatkan Dit Reskrim Polda Bali

Singaraja

Selasa, 29 Januari 2008, 12:00 WITA Follow
Beritabali.com

image.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Kasus kematian pasangan suami istri, pasutri Kadek Sowara dan Luh Sukesi di rumahnya di Dusun Tingkih Kerep, Desa Jinengdalem yang disebabkan racun jenis Cianida, nampaknya akan dibuka kembali Jajaran Sat Reskrim Polres Buleleng untuk mengetahui pelaku dugaan pembunuhan tersebut. Bahkan, dalam prosesnya nanti, Polres Buleleng akan melibatkan Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Polda Bali

Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP. Ambariyadi Wijaya, Selasa (29/1) mengungkapkan, dalam penanganan kasus di Desa Jinengdalem itu polisi berencana akan melakukan rekontruksi, kemudian akan dilakukan gelar perkara di Mapolda Bali.“Setelah rekontruksi, kita mau gelar perkaranya di Polda, apa petunjuk dari Polda akan kita penuhi, biar matang kasus ini,“ ungkapnya.


“Kita belum mengetahui rencana rekonstruksi yang akan dilakukan langsung di lokasi peristiwa. Namun, sejumlah saksi atas kasus tersebut telah diperiksa kembali, termasuk adanya saksi kunci yang menyatakan keterlibatan oknum TNI,” tegas Ambariyadi Wijaya.

 



Sebelumnya, pada akhir Oktober tahun lalu. pasangan suami istri Kadek Sowara dan Luh Sukesi ditemukan tewas secara misterius. Dari kondisi saat ditemukan, diduga kedua korban terbunuh akibat diracun.

Kuat dugaan tewasnya Pasutri terbunuh oleh cairan racun, sebab dari kedua mulut korban mengeluarkan lendir. Selain itu, hampir semua perhiasan termasuk yang dikenakan Luh Sukesi hilang tidak berbekas serta uang tunai sebesar tujuh juta rupiah yang dibawa Kadek Sowara juga hilang.

Dari data yang dikumpulkan di lokasi peristiwa menyebutkan, malam sebelum kedua warga Dusun Tingkih Kerep, Desa Jineng Dalem tersebut ditemukan tewas, kedua Pasutri itu melarang anak-anaknya untuk pulang kerumah, sebab akan mendatangkan seorang dukun, namun tidak diketahui secara pasti alasan kedua korban mendatangkan sang dukun yang disebut sebut anggota TNI dan diketahui beralamat di Jalan Pulau Obi Singaraja. (sas)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami