Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
BMG: Badai Nicholas Akan Terjang Bali
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Cuaca buruk disertai angin kencang dan gelombang tinggi nampaknya masih terjadi hingga tiga hari kedepan.
Menurut prakiraan Balai Besar Meteorologi dan Geofisika Wilayah III Denpasar, dari analisis peta tekanan dan isobar akan terjadi badai tropis yang dinamakan Badai Nicholas. Siklon ini diperkirakan menuju arah selatan samudera hindia.
Balai Besar Meteorologi dan Geofisika Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan dini (early warning) untuk mewaspadai badai Nicholas yang akan menerjang Bali.
Untuk itu, semua jenis kapal nelayan, serta kapal penyebrangan yang melewati Selat Bali dihimbau untuk mewaspadai gelombang tinggi.
Kepala Bidang Data dan Informasi BMG Wilayah III Denpasar, Sutrisno mengatakan, gelombang diperkirakan dapat mencapai 4-6 meter, sehingga membahayakan bagi semua jenis pelayaran.
“Badai ini bisa mengakibatkan gelombang mencapai 6 meter. Gelombang setinggi itu sangat membahayakan segala jenis pelayaran,” jelasnya di Denpasar (14/2)Lebih lanjut Sutrisno mengatakan, badai ini disebabkan tekanan angin rendah yang terjadi di perairan selatan Bali dan Nusa Tenggara. Badai baru akan reda setelah tekanan angin mencapai seribu milibar atau lebih.
Reporter: bbn/eps
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2947 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2016 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun