Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Lomloman Dilarang, Ogoh-ogoh Jalan Terus
BERITABALI.COM, BULELENG.
Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi di Kabupaten Buleleng nampaknya akan memberikan kemeriahan sendiri, sebab arak-arakan Ogoh-ogoh yang sempat tidak diperbolehkan, pada tahun ini akan digelar di masing-masing desa pakraman.
“Tanpa mengurangi kreatifitas generasi muda Umat Hindu, ogoh-ogoh tetap kita adakan di masing-masing Desa Pakraman.
Dengan catatan, agar dikendalikan oleh Kelian Desa Pakraman dan melakukan koordinasi dengan desa dan keamanan setempat,” ungkap Ketua Mejelis Desa Pakraman Kabupaten Buleleng, Made Rimbawa, Sabtu (23/2) di kediamannya.
Menjaga kondisi ketertiban dan keamanan di Buleleng keberadaan Lomloman (meriam terbuat dari bambu,red) maupun petasan dilarang untuk digunakan dalam Hari Raya Nyepi tersebut
”Dari kesepakatan antar umat beragama, untuk petasan dan Lomloman kita larang dan juga kami serukan kepada warga pakraman untuk tidak melakukan perjudian ataupun pesta miras saat Nyepi nanti,” tegas Made Rimbawa.
Sementara, mengantisipasi peredaran petasan dan permainan Lomloman, Jajaran Polres Buleleng berencana melakukan operasi khusus dengan sasaran bunyi-bunyian yang meresahkan warga.
“Jadi untuk segala bunyi-bunyian menjelang perayaan Nyepi Tahun Caka 1930 yang jatuh bulan depan, kita nyatakan sementara dilarang karena untuk menjaga kamtibmas yang ada di Buleleng,” ungkap Perwira Humas Polres Buleleng, Kompol. Khaidar Latief. Sedangkan dalam pengamanan arak-arakan ogoh-ogoh, Jajaran Polres Buleleng telah menyiagakan ratusan personilnya untuk dilibatkan dalam pengamanan secara terbuka dan tertutup,utamanya saat malam Pengerupukan (sehari menjelang Nyepi, red), namun secara garis besar pengamanan tersebut akan dilakukan pecalang di masing-masing Desa Pakraman.
Reporter: bbn/sas
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2615 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan