Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Nyepi, Listrik Tetap Menyala
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Catur Bhrata Penyepian nampaknya akan terganggu dengan menyalanya listrik di sejumlah rumah. Pasalnya, PLN Distribusi Bali tidak melakukan pemadaman di seluruh Bali.
Hal tersebut ditegaskan Kepala Humas PLN Distribusi Bali, Hendra Saleh yang ditemui beritabali.com Senin (3/3). Kendati tidak melakukan pemadaman secara keseluruhan, PLN tetap melayani permintaan desa adat untuk melakukan pemadaman secara lokal di desanya.
“Kami tetap menyalakan listrik di seluruh Bali. Tapi kalau ada desa adat meminta listrik di desanya dimatikan untuk khusuknya proses Catur Bhrata, kami akan melayaninya,” jelas Hendra.
Lebih lanjut Hendra mengatakan, Hari Raya Nyepi ini membawa keuntungan tersendiri bagi PLN. Pasalnya, dengan hari raya ini pihaknya bisa menghemat energi hingga 50 Watt. “Sekarang kan listrik di Jawa-Bali masih tetap krisis. Nah dengan adanya Hari Raya Nyepi ini, kami tentu bisa menghemat energi.
Menurut hitung-hitungan kami, setiap rumah setidaknya bisa menghemat energi hingga 50 watt,” lanjut Hendra. Meskipun tidak menutup kemungkinan untuk melakukan pemadaman secara lokal, Hendra menegaskan listrik di tempat-tempat pelayanan masyarakat seperti rumah sakit dan kantor polisi tetap dinyalakan.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3367 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1305 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 918 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 840 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 678 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun