Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 2 November 2026
Masyarakat Resah Paket Wisata Nyepi
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Maraknya penjualan paket Nyepi oleh pihak pengelola pariwisata ternyata mulai dipandang sebagai salah satu bentuk komersilisasi terhadap perayaan agama.
Masyarakat yang ditemui Beritabali.com mengaku resah dengan perilaku hotel-hotel berbintang yang sedang berlomba-lomba mempromosikan paket wisata Nyepi.
Putu Adnyana, salah seorang warga Denpasar mengaku terusik dengan perilaku hotel-hotel berbintang.
Pasalnya, Ia khawatir hotel-hotel yang bandel, akan mengajak tamunya berkeliling kota untuk menikmati suasana Nyepi.
“Siapa tahu ada hotel yang membandel dan tidak memperdulikan surat edaran dari Pemprov. Kalau mereka mengajak tamunya keliling kota atau desa untuk menikmati suasana nyepi, itu kan sangat mengganggu kami saat melakukan catur brata,” ujar Adnyana.
Komentar serupa juga dilontarkan oleh Kadek Sri Hariyani. Ibu rumah tangga yang tinggal di bilangan Kesiman ini mengaku sering melihat wisatawan asing maupun domestik yang berkeliaran di jalan raya saat Ia merayakan Nyepi di kawasan Ubud beberapa tahun lalu.
“Waktu saya Nyepi di Ubud, saya pernah lihat turis asing dan wisdom yang lewat di depan rumah saya sama keluarganya. Kalau begini, artinya hotel-hotel di Bali sudah mulai mengkomersilkan Hari Raya Nyepi. Ini tentu masih sangat meresahkan kami,” tandas Sri.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 302 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 183 Kali
Ojol Rebutan Pelanggan di Pantai Suluban Pecatu, Polisi Turun Tangan
Dibaca: 100 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan